Home > Pemilu 2009 > Parliament Threshold

Parliament Threshold

26 April 2009


Dalam UU No. 10/2008, parliament threshold berfungsi sebagai filter dan pintu seleksi memperoleh kursi di parlemen, jadi partai-partai politik yang berhak diikutsertakan dalam perhitungan suara untuk meraih kursi di parlemen harus mencapai batas minimal ambang nasional.

Pada pemilu tahun 2009 ini batas ambang minimal suara nasional adalah 2,5% (Ketentuan pasal 202, UU No. 10/2008), artinya bagi partai-partai politik yang jumlah suaranya kurang dari 2,5% akan hangus atau dianggap tidak ada (sesuai pasal 203).

Lampiran :

Pasal 202

1.      Partai Politik Peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang-kurangnya 2,5% (dua koma lima perseratus) dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi DPR.

2.      Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dalam penentuan perolehan kursi DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Pasal 203

1.      Partai Politik Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan  suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202 ayat (1), tidak disertakan pada penghitungan perolehan kursi DPR di masing-masing daerah pemilihan.

2.      Suara untuk penghitungan perolehan kursi DPR di suatu daerah pemilihan ialah jumlah suara sah seluruh Partai Politik Peserta Pemilu dikurangi jumlah suara sah Partai Politik Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara sebagaimana dimaksud`dalam Pasal 202 ayat (1).

3.      Dari hasil penghitungan suara sah yang diperoleh partai politik peserta pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di suatu daerah pemilihan ditetapkan angka BPP DPR dengan cara membagi jumlah suara sah Partai Politik Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan jumlah kursi di satu daerah pemilihan.

Baca juga : Daftar Partai lolos Parliament Threshold, Daftar Caleg Stress, Wiranto, Prabowo Subianto, SBY, JK-Wiranto

%d bloggers like this: