Home > Pemilu 2009 > Jusuf Kalla – Wiranto

Jusuf Kalla – Wiranto


Gonjang-ganjing yang menimpa Partai Golkar, mendorong partai tersebut untuk segera menentukan mitra Koalisi. Opsi yang mencuat dalam dua hari terakhir adalah menempatkan Wiranto dari Partai Hanura sebagai calon wakil presiden.

Partai Golkar telah resmi berkoalisi dengan Partai Hanura, yang tegaskan oleh ketua umum Partai Golkar, Jusuf Kalla. Kompas.com(24/04)

Selain itu Partai Golkar sendiri berencana untuk membuat koalisi Besar dengan beberapa partai lain, berdasarkan hasil pertemuan intensif diantara Tim Enam Partai Golkar dan PDI-P di Hotel Nikko, jakarta. Dalam pertemuan itu kedua tim sepakat adanya koalisi besar. “Kami sudah bertekad membagun kaolisi” ucap Syamsul Muarif dari Tim Enam Golkar. Kompas, Edisi Digital (29/04)

Koalisi besar tersebut, menurut Sekjen Partai Golkar Soemarsono, terdiri dari Partai Golkar, PDI-P, Partai Hanura, Partai Gerindra Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional. Koalisi ini juga nantinya akan membangun pemerintahan yang kuat dan stabil baik di kabinet maupun di parlemen. Dan rencananya akan di lakukan pertemuan kembali pada hari Rabu, 30/04/2009 untuk membahas masalah tersebut lebih lanjut.

Meski terjadi “gonjang-ganjing” di tubuh Golkar akibat surat yang di tandatangani oleh 25 unsur pimpinan DPD dan Jusuf Kalla menegaskan, Partai Golkar solid tidak terpecah belah, surat yang dibuat para DPD hanya sebuah solusi alternatif¬† mandat penuh yang diberikan Rapat Pimpinan Nasional Khusus Partai Golkar terhadap dirinya sebagai capres untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain.
Hal senada diungkapkan oleh Anwar Ridwan, “Keputusan rapimnasus tidak bisa diganggu gugat lagi kecuali lewat rapimnasus, jadi itu bukan desakan, itu hanya pikiran kami di DPD”, Ujarnya.

Mahyuddin mengakui, dari enam nama yand diusulkan sebagai cawapres, memang tidak ada nama Kalla, “karena Kalla kan sudah ditetapkan sebagai capres”.
“Telalu murah jika Ketua Umum Partai Golkar kita jual sebagi calom wapres”, ujarnya

Menurut Yuddy, Keputusan Kalla untuk maju sebagai calon presiden dan tidak berkoalisi dengan Susilo Bambang Yudhoyono, muncul karena dorongan pengurus daerah dan pusat. Tidak elok jika kemuadian mereka pula yang menarik-narik Kalla untuk mengoreksi putusan tersebut.
Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menilai, kegiatan yang mengatasnamakan partai tetapi tanpa sepengetahuan pengurus pusat merupakan langkah indisipliner dan bisa memecah belah partai.
Kalangan generasi muda Partai Golkar juga menyatakan akan mendukung dan berada di belakang Ketua Umum DPP Partai Golkar, jika Kalla tetap berada di jalur aturan organisasi.

Baca Juga : wiranto, Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, Daftar Partai lulus Parliament Threshold sementara, Parliament Threshold


sumber : Kompas.com

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: