Home > News > Kasus pembunuhan Direktur PRB

Kasus pembunuhan Direktur PRB


Penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, Sabtu, 14 Maret 2009 lalu, masih misteri. Para penembak yang diduga orang-orang terlatih itu hingga kini masih diburu polisi. Berita yang berkembang saat ini para pelaku merupakan pembunuh bayaran.

apakah motif dari pembunuhan tersebut ?

Sebelum menjabat Direktur PT PRB, pria berusia 41 tahun tersebut mulai meniti karier di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan, tahun 1987, setelah itu ia pindah ke BUMN Pembangunan Perumahan. Beberapa tahun kemudian Nasrudin hijrah ke Jakarta dan menjadi salah satu staf di Pegadaian Pusat. Pada 25 Mei sampai dengan 13 Oktober 1999, Nasrudin kemudian menjadi staf khusus Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng. Ketika Tanri lengser, Nasrudin kemudian hijrah ke PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Perusahaan plat merah ini beroperasi di bidang agrobisnis, farmasi dan perkebunan. Tahun 2007 Nasrudin pun dipromosikan menjadi Direktur Pengembangan dan SDM, semasa Meneg BUMN dipegang Sugiharto. Namun entah kenapa, begitu Sugiharto digeser Sofyan Djalil, jabatan itu tidak pernah didudukinya. Padahal, kata Andi Syamsudin, adik kanduing Nasrudin, surat keputusan soal pengangkatan direksi di PT RNI sudah turun. Dalam SK nomor Kep: …../MBU/2007 diterangkan, pengangkatan direksi dalam satu paket. Selain Nasrudin yang diangkat sebagai Direktur Pengembangan dan SDM, juga Bambang Priyono yang diangkat jadi direktur utama, serta Helmi Kamaludin sebagai Direktur Keuangan dan Investasi. Namun begitu Meneg BUMN berpindah tangan ke Sofyan Djalil, hanya Bambang Priyono, Helmi Kamaludin dan dua direksi lainnya yang diangkat. Sementara Nasrudin tidak ikutan diangkat. Ia hanya ditempatkan di staf biasa di PT RNI. Kenyataan ini terang saja membuat Nasrudin gusar. Ia pun mempertanyakan kepada sejumlah pejabat di kantor Kementerian BUMN, namun setahun kemudian protes Nasrudin ditanggapi. Ia kemudian diangkat sebagai direktur di PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), anak perusahaan PT RNI, lima bulan lalu. Kalangan dekat Nasrudin mengatakan, pengangkatan tersebut hanya sebagai kompensasi saja.

Kabarnya, protes yang dilakukan Nasrudin itulah yang membuat kesal sejumlah pimpinan di PT RNI. Apakah hal ini yang membuat Nasrudin ditembak mati?

Ada juga versi yang menyebutkan, penembakan tersebut lantaran Nasrudin ingin membongkar kasus korupsi yang terjadi di PT PRB. Jumlah korupsi yang coba diangkat Direktur PRB ini konon mencapai triliunan rupiah. Sebagai seorang bekas pegawai BPKP, kecurangan-kecurangan di pembukuan sangat mudah diketahui Nasrudin. Dan saat di PRB dia banyak menemukan kejanggalan di laporan keuangan perusahaan. Untuk membuktikan analisanya, Nasrudin kemudian berinisiatif memanggil auditor independen untuk mengecek keuangan PT PRB. Dan hasilnya, banyak kejanggalan yang terlihat di pembukuan. Penyelewengan-penyelewengan tersebut diduga dilakukan terhadap order pembuatan kondom dan alat kontrasepsi lainnya. Produk-produk tersebut merupakan pesanan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) dan Komisi Perlindungan AIDS Departemen Kesehatan. Setiap tahun order yang diterima PT RNI nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Ketika Nasrudin menjabat Direktur PT PRB, aksi penyelewengan dana tersebut mulai terendus. Sejumlah pejabat di PT RNI kabarnya merasa was-was.

Ada juga rumor yang beredar mengatakan pembunuhan ini bermotif Cinta Segitiga antara Nasrudin dengan Antasari Azhar, siapakah wanita tsb ?

Gadis itu bernama Rani Juliani. Gadis berusia 22 tahun itu konon pernah menjadi caddy di Modernland, tempat biasa Nasrudin bermain golf. Gadis berbintang cancer itu tercatat sebagai mahasiswi Manajemen Informatika di STIMIK Raharja, Tangerang. Rani adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara, dari pasangan Haskin Abidin dan Sarnawati yang lahir pada tanggal 01 Juli 1986. Ia kabarkan telah menikah siri dengan Nasrudin pada tahun 2007 lalu.

Mengenai rumor tsb Antasari Azhar membantah bahwa dirinya terlibat asmara dengan Rani Julianti, “Masalah itu tidak benar, hanya rumor yang berkembang ada hubungan dengan wanita lain, dan hal ini perlu diluruskan,” kata Antasari Azhar di Tangerang, Minggu (3/5), yang di ungkapkannya dalam jumpa wartawan di depan rumahnya di jalan Gunung Merbabu Blok A-11 No 13 Kompleks Giriloka II Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) Kota Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Antasari, rumor yang berkembang sekarang berupaya untuk menghilangkan masalah sebenarnya, yakni soal korupsi dengan berupaya untuk menonjolkan persoalan lain termasuk masalah pembunuhan.

Berdasarkan informasi yang saya kutip dari Detik.com, Sudah 7 tersangka PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen,  telah ditahan di rutan Polda Metro Jaya sejak Rabu, 29 April lalu. Saat ini mereka mendekam di ruang tahanan isolasi. Ketujuh tahanan itu berinisial Dan, Her, Hen, Fran, AN, EB, WW. Tersangka lainnya adalah Komisaris Utama Harian Merdeka Sigid Haryo Wibisono. Sigid disebut-sebut menjadi penyandang dana dalam skenario penembakan Nasrudin.

Baca juga :
Kronologis Pembunuhan Nasrudin
Antasari tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen
Profil 3 tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen
Profil Eksekutor Nasrudin Zulkarnaen

sumber : Detik.com, Kompas.com, Hermawan.net

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: