Home > Pemilu 2009 > Boediono dan Partai Islam

Boediono dan Partai Islam


Penolakan pencalonan Boediono sebagai Cawapres SBY terus berdatangan baik dari partai koalisi (PPP, PKS dan PAN),  maupun dari para simpatisan.

Seperti aksi organisasi Masyarakat Damai dan Bersatu, memasang spanduk dengan tulisan ‘Say No to BudioNo, Say Yes to Budi Anduk’ . Spanduk ini mulai menyebar di Jakarta mulai rabu kemarin (13/05).

Sedangakan dari Partai-partai pendukung koalisi yang dibangun SBY, ramai-ramai menolak Boediono. Alasannya, Boediono dianggap tak merepresentasikan umat Islam.

Penolakan partai-partai pendukung SBY terhadap Boediono dinilai tak serius. Penolakan itu tidak akan banyak mempengaruhi tingkat elektabilitas SBY, seperti yang di ungkapakan oleh pengamat politik UI Andrinof Chaniago. Menurut Andrinof, alasan yang dikemukakan parpol-parpol Islam bahwa Boediono tidak merepresentasikan umat Islam tidak dapat diterima. Sebab pembagian kekuasaan tidak hanya dilakukan melalui kursi cawapres, tetapi masih ada kursi kabinet.

Andrinof menilai, tingkat elektabilitas SBY-Boediono masih tetap paling tinggi di antara 3 kandidat lainnya. Namun jika tak hati-hati, JK-Wiranto berpotensi menyainginya. JK-Wiranto sendiri memiliki potensi yang tinggi. Pasangan ini saling komplementer atau melengkapi. Ada unsur Jawa-non Jawa. JK orang yang gesit, lincah, sedangkan Wiranto orang yang tenang dan memiliki leadership, dan yang paling lemah menurut Andrinof adalah pasangan Mega-Prabowo. Sebab kedua orang ini memiliki banyak kesamaan sehingga tidak saling melengkapi. “Basis massanya sama-sama wong cilik. Gaya politiknya sama, yakni membangkitkan emosi para pendukungnya, membangkitkan semangat populisme. Mereka juga memiliki platform yang sama”, ungkap Andrinof.

Dilain pihak, pengamat politik dari UI Lili Romli, menilai, dari 3 pasang capres/cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2009 (JK –  Wiranto, SBY – Boediono, Mega – Prabowo), sebagai kegagalan parpol Islam dalam menggalang kekuatan. Karena tak ada satu pun tokoh yang berlatar belakang parpol atau organisasi Islam. Karena hingga saat ini tak ada satupun tokoh Islam yang bakal maju, maka Lili menilai parpol Islam tak lagi punya kesempatan di pilpres ini. Sebab waktu yang tersedia tinggal besok (16/05/2009).

Hingga detik-detik mendekati waktu deklarasi pasangan capres/cawapres SBY, partai-partai Islam pendukung koalisi Partai Demokrat (PD) ini terus berkoordinasi. Mereka, menurut Wasekjen DPP PPP T Taufiqulhadi, meminta SBY mempertimbangkan cawapres dari kalangan umat Islam atau yang dipandang dapat mewakili umat Islam.

“Karena itu kami mengerucutkan 2 nama, yaitu Pak Akbar Tandjung dan Pak Hidayat Nur Wahid. Secara khusus PPP mendukung Pak Akbar Tandjung,” imbuh Taufiq.

Baca juga :
Kontra Bodiono Cawapres SBY
Pro-Kontra Koalisi PDIP
KPU ubah peroleh Kursi
Jusuf Kall – Wiranto

sumber : detikcom

  1. amri luthan
    15 May 2009 at 6:46 am

    Partai Islam ketipu SBY nih ye, habis tidak punya figur sih. Sekarang sudah serba terlambat mau bilang apa lagi, paling banter jadi penonton.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: