Home > News > Hercules TNI AU jatuh di Magetan

Hercules TNI AU jatuh di Magetan


Cuaca diperkirakan menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat Hercules C 130 i bernomor A-1325, milik TNI AU di Desa Nggeplak, Magetan, Jawa Timur. Namun saat kejadian, cuaca di sekitar Magetan cukup baik meski ada kabut tipis, dengan jarak pandang sekitar 500-1.000 meter. Sebelumnya TNI menyatakan, pesawat buatan Amerika Serikat 29 tahun silam itu sangat layak terbang, dan baru dilakukan peremajaan setahun lalu di Depo pemeliharaan 10 Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, dan sudah memakan 800 jam terbang.

Mabes TNI AU memiliki program peremajaan (retrovit) terhadap sembilan unit Hercules yang dimilikinya. Empat di antaranya telah selesai diremajakan di “Singapore Technical Industry” (STI) Singapura. Dalam program itu TNI AU sekaligus mengirimkan teknisi untuk meningkatkan kemampuannya dalam pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hercules. Dan lima unit lainnya tengah menjalani proses peremajaan di tempat yang sama.

Peningkatan kemampuan pesawat Hercules TNI AU yang dilakukan di Singapura mencakup perbaikan airframe (badan pesawat), modifikasi avionik dan modifikasi mesin.

Peremajaan juga akan dilakukan di Depo Pemeliharaan 30 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh yang mencakup peningkatan kemampuan mesin dari T56-7 ke T56-15 atau ditingkatkan dari tipe B ke tipe H.

Sementara itu, peningkatan kemampuan yang dilakukan di Depo Pemeliharaan 10 Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, mencakup perbaikan badan pesawat dan modifikasi avionik.

Peningkatan kemampuan dua Hercules di Depo 10 dan 30 sudah dilakukan sepenuhnya oleh teknisi-teknisi TNI AU yang sebelumnya dikirim ke Singapura.

Ada 3 tipe pesawat Hercules yang dimiliki TNI AU yakni B, H dan LB yang memiliki tipe mesin yang berbeda-beda. TNI AU memprogramkan untuk menyeragamkan tipe mesin ketiga tipe pesawat Hercules tersebut.

Pesawat C-130 Hercules A-1325 yang kecelakaan itu merupakan pesawat pertama yang menjalani peremajaan mesin. Hal yang sama juga telah dilakukan pada C-130 Hercules A-1327 dan menyusul A-1328.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui pemerintah memotong angggaran untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Tapi ditegaskan biaya perawatan tidak dikurangi.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan kecelakaan pesawat TNI sering terjadi akibat minimnya anggaran untuk alutsista. Pria yang kini maju menjadi capres itu berjanji akan memperbaiki alutsista bila terpilih menjadi presiden.

sumber : TvOne, detikcom

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: