Home > Pemilu 2009 > Mega-Pro Diuntungkan Sindiran SBY

Mega-Pro Diuntungkan Sindiran SBY


Oleh AL Ibrahim

Sindiran Presiden Susilo Bambang Yudoyono terhadap ekonomi kerakyatan menarik untuk disimak, sebab akan berdampak langsung kepada masyarakat pemilih dalam Pemilu 8 Juli 2009.  Dampaknya justru akan menguntungkan pesrta pemilu Mega-Pro, ketimbang pesrta pemilu lain kubu SBY-Budiono dan kubu JK-Win.

SBY dalam keterangan pers seusai mengunjungi pasar di Bali seperti yang dikutip Rakyat Merdeka Senin(25/5) antara lain mengatakan, rakyat jangan dijanjikan angin surga yang natinya sulit diwujudkan, harus realistis melihat kondisi dunia yang mengalami krisis global.

“Saat ini negara manapun pertumbuhan ekonominya minus, Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi kita dan tiga terbesar setelah China dan India. Tapi dua tahun ke depan ekonomi dunia makin sulit dan jangan memberikan angin surga yang sulit diwujudkan,” kata SBY di Bali itu.

Ungkapan SBY itu memang bersifat umum, tapi secara tak langsung merupakan jawaban atas ekonomi kerakyatan yang diusung kubu Mega-Pro dalam pemilu mendatang. Mega-Pro telah menyampaikan konsep ekonomi kerakyatan pada dialog dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), kemudian dilanjutkan Prabowo melalui wawancara khusus dengan wartawan TV One.

Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang diusung Mega-Pro bisa mencapai dua digit atau minimal 10%, karena nanti akan menambah pencetakan lahan terbengkalai menjadi sawah dan perternakan serta mengembangkan usaha nelayan. Ini bisa berjalan kalau utang negara baik jangka pendek maupun jangka panjang di rescheidul (jadwal ulang) dengan jaminan proyek sawah itu.
“China mampu menggerakan ekonomi, Indonesia harusnya juga bisa berdiri sendiri tidak tergantung dengan asing.  Indonesia ini punya semua tapi yang menikmati orang asing, makanya kita harus kembali berdaulat,” ucap Prabowo.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang telah menjadi isu sentral yang disampaikan masing-masing para peserta pemilu dalam dialog bersama Kadin itu. SBY-Budiono mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% atau 7% setahun, JK-Win dengan motto lebih cepat lebih baik menaikan pertumbuhan ekonomi hingga 8% bahkan lebih dan Mega-Pro menjanjikan pertumbuhan ekonomi dua digit.

Hasil dialog peserta pemilu dengan Kadin, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa  SBY-Budiono mempertahankan sistem ekonomi pasar bebas dengan menggerakan ekonomi golongan menengah dan kecil. Alasannya adalah seperti yang dikemukakan diatas, bahwa Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi dalam menghadapi krisis global.

JK-Win lebih maju lagi, ekonomi Indonesia harus tumbuh lebih besar lagi, caranya dengan mempercepat kerja birokrasi, pengusaha dan masyarakat, yaitu dengan mengurangi rapat-rapat dan mendorong kerja yang lebih maksimal. Proyek PLN tanpa ada rapat dan proyek jalan tol juga tampa rapat, tapi semuanya berjalan lancar.

“Rapat perlu tapi lebih perlu kerja nyata mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi saya pasar Tanah Abang, Pasar Turi dan sejenisnya jangan sampai lumpuh, ini adalah tiang ekonomi,” kata JK.

Berbeda SBY-Budiono dengan JK-Win, Mega-Pro justru ingin cepat dalam membangun ekonomi kerakyatan dimulai mencetak sawah berhektar-hetar, memperbaiki usaha nelayan dan mengembangkan perdagangan tradisional dari pusat hingga daerah. Bila terpilih nanti Prabowo diberi kepercayaan penuh oleh Megawati untuk membuat kebijakan dari pusat sampai ke daerah.

Kalau melihat dari program masing-masing peserta, maka kelihatan SBY-Budiono mempertahankan sistem ekonomi liberal yang arahnya mendorong pengusaha memengah dan kecil tumbuh, JK-Win lebih membesarkan pengusaha menengah dan kecil. Sementara itu Mega-Pro melakukan perobahan dengan tertumpu pada pedesaan.

Sekarang tinggal masyarakat yang menentukan pilihannya, kalau ingin mempertahankan kondisi sekarang maka pilihannya SBY-Budiono, namun bila ingin perobahan maka pilihan akan jatuh pada JK-Win atau Mega Pro.

Pertanyaannya, kelompok masyarakat mana saja yang ingin mempertahnkan kondisi yang ada dan kelompok masyarakat mana yang ingin perubahan?.

Secara umum masyarakat banyak yang tidak tahu atau tidak mau tahu tentang pertumbuhan ekonomi, bagi mereka yang penting bagaimana bisa bekerja untuk makan, kalau bisa gajinya sesuai dengan standar kehidupan saat ini. Pemerintah boleh saja bilang ekonomi Indonesia membaik dan pengangguran berkurang, namun bagaimana kenyataan yang terjadi di lapangan.

Hidup di ibukota Jakarta saja kini sudah runyam, terus bagaimana dengan hidup dipedesaan, tentu lebih parah lagi. Jalan ibukota macet dimana mana, lebih celaka lagi banyak pemuda yang terpaksa harus menjadi polisi liar mengatur lalulintas hanya untuk membeli rokok. Belum lagi dihitung banyaknya pengemis yang berkeliaran di jalan raya dengan segala macam tingkahnya.

Pengangguran bukan saja berada di jalan raya, tapi banyak pula yang sekarang menjadi pengamen dari kampung satu ke kampung yang lain, semuanya hanya untuk tuntutan perut. Masih untung kalau mereka hanya mengemis atau menjadi pengamen, bagaimana bila mereka terlibat kriminal dan ini boleh dibilang belum terjamah.

Kondisi kehidupan masyarakat seperti disebutkan diatas kurang menguntungkan buat SBY-Budiono, sebab mereka pasti ingin perubahan dalam bidang ekonomi. Siapapun pemimpin yang ingin melakukan perobahan pasti didukung mereka, apalagi Mega-Pro dan JK-Win kini membawa angin segar buat kehidupan masa depan.

Sindiran SBY tentang ekonomi kerakyatan yang diusung Mega-Pro tidak akan mempengaruhi pendirian mereka, bisa-bisa orang elit yang tingal di perumahaan yang semula memilih SBY-Budiono akan berpaling memilih Mega-Pro atau JK-Win. Penyebabnya sudah jelas, penganguran yang sampai kini belum teratasi pasti berdampak pada lingkungan tempat tinggalnya. Wallahualam.

Baca juga : Mega-Pro berpeluang menangkan pemilu, Megawati, Prabowo, Aturan Pilpres 2009, Putaran Pilpres 2009 ?

  1. edi heryadi
    28 May 2009 at 6:04 am

    memang benar dari sejak iklannya Prabowo nongol selalau mengedapankan ekonomi kerakyayatan, megawati perduli wong cilik jadi kedua pasangan ini klop tapi mega dan gusdur sama-sama singkat menjadi presiden tapi gusdur lebih konkrit untuk peingkatan kesejahteraan masyarakat contohnya gaji pegawai megeri naik, tapi memang sih untuk petani dan nelayan belum sempat kesentuh keburu digantikan bu Mega tapi nyalak kata jangan-jangan ekonomi kerakyatan yang diusung Mefa-Pro ini malah sulit dibuktikan ketika terpilih nanti karena komponen bangsa ini bukan cuma petanai dan nelayan. apalagi jargon itu marak kalau lagi musim kampanye. Ya… semua orang juga tahu yang namanya politik tidak ada yang pasti. jadi belum juga statemennya SBY menguntungkan Pro-Mega.

  2. edi heryadi
    28 May 2009 at 7:02 am

    Kepemimpinan Rosullallah dan para sahabatnya bisa dijakan model khususnya bidang sosial dan ekonomi pasti semua akan menerima sangat universal. karena siapa sih yang tidak suka kalau pemimpinnya ringan tangan mau membantu kepada semua orang tampa pamrih, memiliki jiwa rela berkorban, bersahaja mau berjumpa dengan siapa saja (bukan saat kampanhye), rumahnya siap diketuk 24 jam untuk membantu masyrakatnya, Ahklaknya terjaga yang dapat diteladani, tidak rakus harta , dekat dengan rakytanya, selalu merasakan kesulitan rakyatnya. contohnya Sahabat Salman Alfarizi dan Ibnu Umar yang miskin harta justru ketika ia jadi pemimpin.

  3. duta
    28 May 2009 at 8:26 am

    Ekonomi kerakyatan memang sangat pantas untuk indonesia, karena rakyat indonesia masih dibawah garis kemiskinan, untuk itu perlu peranan pemerintah dalam memajukan dan mendorong agar rakyatnya bisa mandiri.

    siapa pun pemimpinnya, yang jelas harus pro rakyat, No Neoliberalisme….

  4. angga
    29 May 2009 at 2:44 am

    Bagi saya yang penting action, bukan hanya janji-janji belaka.
    Kasian para wong cilik, ga pernah bisa merasakan kesejahteraan seperti yang lain, jangankan sekolah anak-anak, untuk makan saja susah.

    Jangan terlalu memberikan angin surga, karena kuping kami sudah terlalu tebal untuk itu.

  5. Gde Semadi Putra
    29 May 2009 at 4:12 am

    Saya kira yang menyatakan Indonesia bisa mandiri berdaulat itu terlalu berlebihan..
    Menjanjikan Indonesia sejahtera dalam kurun waktu 5 TAHUN itu sulit tercapai.. jadi kalau memang ada caranya Saya sangat ingin sekali mendengarkan..

    semadiputra.wordpress.com

  6. amri luthan
    1 June 2009 at 6:02 am

    Prabowo memang bertekad mengembalikan kedaulatan rakyat lewat ekonomi kerakyatan, sebab yang bersangkutan tidak butuh apa-apa lagi di republik tercinta ini. Harta melimpah, main cewek rasanya tidak berminat lagi, cita-citanya hanya satu Indonesia bisa diperhitungkan dunia di segala bidang.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: