Home > News > Kapal perang Malaysia dekati blok ambalat

Kapal perang Malaysia dekati blok ambalat


Masuknya kapal perang patroli malaysia ke perairan Indonesia (ambalat, Kalimantan Timur), sangat meresahkan sekali, terhitung sejak Januari-April 2009 saja sudah tercatat 9 kali.

Pada Senin (25/5/2009), Kapal perang TNI AL, KRI Untung Surapati-872 berhasil mengusir kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) KD Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia di perairan Blok Ambalat. Dan Jumat (29/05/2009),  Kapal perang patroli Malaysia terdeteksi dengan kecepatan 15 knot per jam dengan titik koordinat 04.10 utara-118.00 timur mengarah ke blok Ambalat sekitar pukul 02.28 UTC atau pukul 09.28 WIB.

Menanggapi hal ini, Fraksi PDI Perjuangan mengecam masuknya kapan perang Malaysia ke Perairan Ambalat. FPDIP meminta Pemerintah, khususnya Panglima TNI bersikap tegas  mengatasi hal tersebut.

Tjahjo menyampaikan keinginan fraksinya, meminta ketegasan pemerintah dan TNI untuk mengamankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pemerintah Indonesia harus memprotes keras dan panglima TNI harus tegas kalau beberapa kali peringatan angkatan laut TNI tidak digubris” tutur Tjahjo.

Menurut Tjahjo, Indonesia adalah negara yang merdeka dan berkedaulatan. Sehingga tidak sepantasnya harga diri Indonesia direndahkan oleh negara  sahabat sekalipun.

Ini menyangkut harga diri bangsa Indonesia, Malaysia tidak bisa seenaknya melanggar wilayah Indonesia” tutur Tjahjo.

Buat apa ada kerjasama asean dan kerjasama militer kedua negara Indonesia-Malaysia” keluhnya.

Sementara itu Muladi, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menilai posisi Indonesia di perairan Ambalat, Kalimantan Timur sangat kuat dibanding Malaysia. Indonesia yang kali pertama mengokupasi (penguasaan wilayah) secara aktif di wilayah itu.

Menurut Muladi, berdasarkan ASEAN Charter dalam mempertahankan integritas teritorial tidak boleh menggunakan kekuatan fisik tapi melalui cara-cara  damai dan diplomasi.

Kekerasan harus sangat dihindari, tapi adanya konflik kecil-kecilan wajar terjadi di lapangan” jelasnya. Meski posisi Indonesia kuat, lanjut Muladi, bila kasus Ambalat sampai  dibawa ke jalur hukum dan Mahkamah Internasional, Indonesia harus siap.

Rencananya lembaga wakil rakyat (DPR) akan mengirim utusan ke negeri jiran itu untuk mempertanyakan soal blok Ambalat.

“Delegasi beranggotakan tiga sampai lima orang dan ditargetkan bertemu dengan Menhan, Menlu, Ketua Parlemen, dan juga Perdana Menteri Malaysia,” kata Wakil Ketua Komisi I (Komisi Pertahanan) DPR Yusron Ihza Mahendra dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Jumat (29/5/2009).

Yusron yang juga ketua rombongan menjelaskan, pokok masalah yang akan dibahas yaitu masalah Blok Ambalat yang kembali memanas sehubungan dengan klaim Malaysia atas wilayah itu.

“Dengan adanya misi DPR, secara diplomatis hal ini diharapkan akan mencerminkan isyarat bahwa persoalan Blok Ambalat bukan hanya persoalan pemerintah Malaysia dengan pemerintah Indonesia, melainkan juga persoalan Malaysia dengan rakyat Indonesia secara keseluruhan,” urainya.

sumber : detikcom

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: