Home > Pemilu 2009 > Tiga Kubu Berimbang Pertarungan Bakal Ketat

Tiga Kubu Berimbang Pertarungan Bakal Ketat


Oleh AL Ibrahim

Naiknya tingkat popularitas JK-Win mungkin tidak akan melampaui popularitas SBY-Budiono, tapi paling tidak JK-Win mampu mengimbangi kubu SBY-Budiono dan Mega-Pro. Prabowo makin populer dengan konsep ekonomi kerakyatan, sementara popularitas SBY menurun akibat kampanye negatif yang dilontarkan anggota tim suksesnya Rizal Malarangeng dan Ruhut Sitompul.

SBY-Budiono sebenarnya sangat diuntungkan, karena SBY merupakan Presiden sekaligus kepala negara Republik Indonesia, sedangkan Budiono adalah mantan menko Ekuin dan Gubernur Indonesia (BI). Sebagai pemegang kekuasaan pada saat ini, rasanya SBY-Budiono tidak akan sulit memenangkan pemilu 8 Juli 2009, apalagi pemerintah berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi 6%, ditambah lagi upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan secara terus menerus oleh KPK.

Keuntungan SBY-Budiono lainnya adalah penampilan SBY yang banyak senyum di berbagai kegiatan penting, baik kenegaraan maupun pertemuan dengan lembaga swasta dan organisasi kemasyarakatan. Dalam berbicarapun SBY juga tenang dan cukup jeli dalam menghadapi berbagai kondisi, ini menguntungkan untuk menarik simpati masyarakat baik pusat maupun daerah.

Meskipun sebagai pemegang struktur dan penampilan menguntungkan, posisi SBY-Budiono bukan berarti pasangan tersebut bisa melenggang untuk kembali meminmpin negara ini. Soalnya, langkah pansangan JK-Win dengan motto “lebih cepat lebih baik” dan Mega-Pro yang mengusung ekonomi kerakyatan telah melakukan gebrakan yang cukup mengundang simpati rakyat pula.

Kampanye negatif dari masing-masing kubu tampaknya tidak terhindarkan lagi, kehadiran mantan Gubernur BI Budiono menjadi pasangan SBY termasuk juga ekonomi neoliberal yang diusungnya menjadi bahan kampanye negatif datang dari berbagai kalangan. Awalnya dipersoalkan Amin Rais (kemudian diralat) dan Gus Dur karena neoloberal dinilai menerapkan ekonomi pasar yang berpihak kepada pemilik modal asing dari pada kepentingan nasional.

Prabowo yang menjadi Cawapresnya Megawati mengungkapkan, kerjas sama antara Indonesia dengan investor asing harus ditinjau ulang, sebab selama ini kekayaan alam Indonesia lebih banyak dinikmati asing, sedangkan Indonesia sendiri hidup dalam kemiskinan. Kalau hutan yang terbengkalai dicetak menjadi persawahan untuk meningkatkan produksi padi dan ladang Aren untuk ekspor ke luar negeri, semuanya tentu untuk kehidupan rakyat.

Sekaranglah kita membangun sektor pertanian dan kelautan demi kedaulatan rakyat, danya bisa diambil dari devisa negara dan penataan ulang utang luar negeri Indonesia. Ini cukup realitis untuk dilaksanakan” ucap Prabowo.

Gencarnya publikasi Prabowo tentang ekonomi kerakyatan yang diusungnya, ternyata mengundang reaksi Rizal Malangeng, salah satu anggota tim SBY-Budiono. Tapi sayang reaksinya tidak membahas masalah ekonomi yang diusung Prabowo itu, tapi lebih banyak melakukan kampanye negatif terhadap Prabowo yang punya ide ekonomi kerakyatan.

Rizal mempertanyakan apakah Prabowo yang punya kuda miliaran rupiah bisa mengusung ekonomi kerakyatan, sebab yang bersangkutan terlihat tidak dekat dengan rakyat kecil di pedesaan. Rizal juga mempersoalkan rekam jejam (trade rtecord) Prabowo dan Wiranto yang kurang baik dimata masyarakat, karena bermasalah masalah dengan HAM (Hak Azazi Manusia) ketika masih aktif sebagai panglima dalam pemerintahan Orde Baru.

Apa kontribusi Prabowo dan Wiranto buat negara ini” Rizal mempertanyakan kepada Prabowo dan Wiranto melalui wawancara sebuah televisi.

Fuad Bawazir salah seorang anggota tim sukses JK-Win lain lagi kampanyenya dalam mensukseskan JK-Win menuju istana. Menrutunya pemerintah memang berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, tapi harus diingat utang negara yang harus ditanggung rakyat meningkat terus, semuanya tentu menjadi beban rakyat buat masa mendatang. Oleh sebab itu perlu terobosan ekonomi baru untuk keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan utang yang harus ditanggung rakyat.

Apa yang disampaikan Fuad tersebut mendapat reaksi keras Ruhut Sitompul, salah seorang anggota tim sukses SBY-Budiono yang lain. Tapi sayang reaksi Ruhut seperti halnya Rizal Malarangeng bukan membahas masalah ekonomi neoliberal atau ekonomi kerakyatan fersi JK-Win, tapi justru mempersoalkan kontribusi masyarakat Arab yang ada di Indonesia kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Meskipun Ruhut kembali mencabut ungkapan tersebut sekaligus minta maaf kepada etnis Arab, tapi masyarakat terlanjur kurang simpati atas ungkapan Ruhut yang disampaikan lewat telivisi itu. Kurang simpati juga disampaikan masyarakat lewat dunia maya internet, isinya antara lain agar Rizal dan Ruhut bisa lebih baik dalam melakukan kampanye.

Masyarakat pemilih sebenarnya sudah maju, mereka bisa menimang-nimang calon yang Presiden dan Wakil Presiden untuk dipilih dalam pemilu. Mereka umumnya lebih senang memilih kubu yang punya konsep jitu tapi teraniaya oleh lawan politiknya, ketimbang kubu yang baik namun memojokan pihak lain.

Tim sukses SBY-Budiono sebaiknya jangan terjebak dengan permainan lawan, sebab kampanye negatif menyangkut Prabowo dan Wiranto di masa rezim Orde baru kurang pas untuk dikemukakan lagi. Kesalahan kedua jendral TNI tersebut tidak bisa ditimpakan kepada mereka berdua, karena apa yang dilakukan adalah atas perintah atau sepengetahuan Presiden pada masa itu.

Apakah orang yang ingin berbuat sesuatu dengan menawarkan konsep ekonomi kerakyatan untuk kemajuan bangsa dilarang atau harus dipersoalkan tentang kontirbusinya bagi negara ?

Rasanya sangat keliru kalau tim sukses SBY-Budiono membicarakan tentang masa lalu lawan politiknya, sebab dampaknya bisa menurunkan citra SBY-Budiono sendiri dan mengangkat citra JK-Win dan Mega-Pro. Tim sukses SBY-Budiono sebaiknya meyakinkan masyarakat, bahwa konsep ekonomi yang kini dijalankan pemerintah adalah terbaik dibandingkan konsep lain. Tentu dengan menjabarkan secara terperinci keuntungan sekaligus kerugian.

Bila kampanye lebih mengemukakan argumen masing-masing tentang konsep yang akan dijalankan pemerintahan nanti, maka popularitas SBY-Budiono bisa diatas kedua pasangan JK-Win dan Mega Pro. Namun bila sebaliknya yang terjadi, maka popularitas SBY-Budiono akan merosot dan tidak mustahil akan dikalahkan oleh popularitas JK-Win dan Mega-Pro.

Baca juga :

  1. aldi
    5 June 2009 at 2:36 am

    prabowo sangat berjasa besar terhadap negara ini, beliau hampir mati saat tugas di timtim dulu. selain itu warga eks timtim yang tinggal di NTT pun, menganggap prabowo adalah salah satu orang yang berjasa bagi mereka.

    Jika hanya kuda yang menjadi persoalan, sangat lucu sekali, itu kan uangnya prabowo sendiri, jadi terserah beliau, mau beli kuda atau yang lainnya pun tidak ada masalah, toh…beliau tidak pernah menggunakan uang negara untuk membeli kuda.

    Seharusnya andi malaranggeng lebih kreatif lagi jika mencari kelemahan orang lain, jangan asal ucap saja, itukan tidak etis.

    Untuk masalah HAM, jangan hanya digembar-gemborkan saja, lebih baik diajukan dan diusut sampai tuntas. Karena kalo tidak terbukti ini akan menjadi fitnah besar dan kebohongan publik belaka.

    Dan saya lihat, semakin hari kubu SBY-Boediono ini, semakin tidak terarah saja, seperti orang yg kebakaran jenggot dan semakin tidak kreatif dalam pensuksesan SBY-Boediono menuju kursi presiden. Dari pada cari kelemahan tim lain lebih baik, tunjukan kelebihan SBY-Boediono sebanyak-banyaknya, berikan penerangan yang jelas pada public, baik itu visi dan misinya maupun target terbesar yang ingin dicapai. Jangan cari-cari kejelakan orang lain, bisa-bisa itu menjadi boomerang.

    sukses selalu untuk semua tim sukses dari ke-3 kubu, ayo lebih kreatif dan jangan saling menjatuhkan… jika seperti ini terus, bisa-bisa golput lagi yang menang. jika ini memang terjadi lebih baik, golput mengajukan capres-cawapres saja di pilpres 2009 ini

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: