Home > News > Heli TNI AD Jatuh di Cianjur

Heli TNI AD Jatuh di Cianjur


Berita pilu kembali mewarnai corp angkatan bersenjata kita, belum lama ini pesawat Hercules milik TNI AU jatuh di Magetan, jawa timur. Dan pada hari Senin (8/6/2009), sekitar pukul 14.00 WIB, Heli milik TNI AD Bolkow BO105 HS7112 jatuh di Kampung Cibuni, Rawa Beber, Kecamatan Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, dengan membawa 5 Orang penumpang.

Kepala Penerangan Kopassus Mayor Agus Sugianto mengatakan, dua korban tewas adalah Komandan Pusat Pendidikan Kopassus Kolonel Inf Ricky Samuel dan Kasi Operasi Pendidikan Kopassus Kapten Inf Agung Gunarto.

Sedangkan satu anggota Kopassus lainnya, Lettu Agus Sudarso, mengalami luka parah. Hingga saat ini, Agus Sudarso masih kritis. Sementara pilot Lettu Hadi Isnarto dan copilot Lettu Yuli Sasongko juga mengalami luka serius. Keduanya adalah penerbang dari Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad).

Menurut salah seorang anggota TNI di Penerbad, berdasarkan informasi dari warga, pesawat itu jatuh di kawasan pegunungan yang dipenuhi pohon. Pesawat itu terjatuh dan terhimpit di pohon-pohon bambu.

Badan pesawat hancur menjadi berkeping-keping. Namun, menurut warga, tidak terdengar bunyi ledakan. Pesawat juga tidak terbakar.

Menanggapi kabar tersebut Ketua DPR Agung Laksono menyayangkan insiden jatuhnya helikopter TNI AD yang menewaskan 2 penumpangnya. Insiden ini terjadi bukan karena soal anggaran yang minim, tetapi karena kurangnya perawatan.

Agung menuturkan, insiden jatuhnya pesawat militer secara berturut-turut dalam waktu yang berdekatan ini harusnya menjadi introspeksi TNI terhadap kendaraan militernya.

Menurutnya ada dua hal yang perlu diperhatikan :

  1. Standar perawatan. “Karena pesawat itu harus ada standar perawatannya, seperti life timenya,” katanya.
  2. Kualitas SDM militer yang mengoperasikan alat-alat militer. “Karena mungkin saja human error, artinya SDM-nya harus qualified,” jelasnya.

Meski menyarankan untuk memperhatikan dua hal itu, Agung mengakui anggaran militer Indonesia memang sangat minim. Dijelaskan Agung, untuk anggaran militer tahun 2009 saja, hanya Rp 35 triliun pertahunnya. Jumlah itu pun masih harus dibagi lagi untuk tiga angkatan yang ada. Belum lagi untuk Departemen Pertahanan.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: