Home > News > Sidang Eksepsi Prita Mulyasari ‘Galau’

Sidang Eksepsi Prita Mulyasari ‘Galau’


Pada Kamis (11/6) kemarin, Kejaksaan Negeri Tangerang menyatakan Prita bukan lagi tahanan kota setelah menerima surat dari majelis hakim PN Tangerang. Penangguhan penahanan yang diajukan oleh kuasa hukum Prita, OC Kaligis bersama timnya, dilakukan dengan alasan agar Prita bisa bekerja kembali, baik itu sebagai ibu rumah tangga atau sebagai pegawai di bank.

Pengacara Prita, OC Kaligis, menilai itu sebagai hal yang seharusnya dilakukan. “Memang seharusnya dibebaskan, karena kalau kita lihat UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) harus berdasarkan pendapat ahli dan ini tercantum pada pasal 45. Ini yang tidak dilakukan oleh kejaksaan,” ujar OC Kaligis saat dihubungi oleh detikcom, Jumat (12/6/2009).

Pada kesempatan tersebut OC Kaligis juga mempertanyakan surat elektronik Prita yang didapatkan oleh pihak RS Omni Internasional. Padahal, menurut OC Kaligis, e-mail Prita bersifat pribadi.

Kenapa si Omni bisa dapat membuka e-mail Prita? Itu kan ada kodenya?  Padahal itu kan untuk kalangan terbatas dan bersifat curhat,” jelasnya.

Dalam sidang ini, ibu Prita Mulyasari membacakan eksepsi yang berjudul ‘Galau‘.

Sidang digelar di Ruang Oemarseno Adji Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2009) mulai pukul 09.30 WIB. Prita bertutur mengenai awal mula perkara yang menimpa dirinya. Prita yang mengenakan jilbab dan baju putih itu tidak kuasa menyembunyikan kesedihannya ketika membacakan eksepsi.

Maksudku datang ke dokter tidak lain ingin sembuh dari penyakit, tapi nyatanya aku merasa lebih menderita. Ketika aku bertanya semuanya bungkam. Ketika aku mengkomplain semuanya mengelak. Aku bingung aku harus berbuat apa,” ucap Prita seraya terisak.

Salah satu kuasa hukum Prita, Slamet Yuwono, menyatakan jaksa penuntut umum (JPU) mempunyai hubungan khusus dengan RS yang terletak di Alam Sutera Tangerang, Banten, itu. Karena itu JPU tidak objektif dalam mendakwa Prita.

Perlu kami sampaikan dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum bersifat tidak objektif karena dilandasi atas hubungan khusus antara Kejari Tangerang dengan RS Omni Tangerang,” ujarnya, di Pengadilan Negeri Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2009).

Slamet mengungkapkan, hubungan khusus itu dibuktikan dengan adanya pengumuman di lingkungan Kejari Tangerang yang ditandatangani jaksa muda Triyadi atas nama Kepala Kejari Tangerang. Intinya mengumumkan kepada pegawai Kejari Tangerang untuk mengikuti medical check up dan papsmear gratis dari RS Omni.

Menurut Slamet, kasus Prita telah mengoyak kemanusiaan, kebebasan berpendapat dan menebar ancaman serupa di masa mendatang.

Kuasa hukum lainnya Syamsu Anwar menyebutkan, perbuatan Prita untuk mengontrol pelayanan publik. Perbuatan Prita tidak sengaja atau bertujuan menghina atau mencemarkan nama baik seseorang.

Dilain pihak, Indonesian Corruption Watch (ICW) menemukan, pelayanan kesehatan gratis berupa medical check up dan papsmear yang diberikan RS Omni International pada jaksa di Kejari Tangerang, tidak termasuk pelayanan yang dijamin dalam program kerjasama dengan PT Askes. Kejagung harus mengusut tuntas kasus tersebut.

Sebelumnya Kejagung mengatakan pelayanan gratis tersebut merupakan kerjasama dengan PT Askes.

Peneliti hukum ICW Febri Diansyah mengatakan, jika benar ada pengobatan gratis terhadap jaksa yang diberikan RS Omni International, hal itu bisa dikategorikan sebagai gratifikasi.

Oleh karena itu, lanjut Febri, ICW meminta Kejagung untuk tidak berhenti memberikan sanksi pada jaksa di Kejari Tangerang hanya pada pelanggaran administratif. Jaksa Agung Hendarman Supandji harus menghukum seberat-beratnya jaksa tersebut.

ICW juga meminta KPK menangani kasus dugaan gratifikasi atau suap jaksa dalam kasus Prita ini.

KPK bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri apakah ada aliran uang terkait kasus tersebut pada oknum jaksa tertentu,” pungkasnya.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: