Home > Pemilu 2009 > Mega-Pro dan Kontrak Politik

Mega-Pro dan Kontrak Politik


Dalam menanggapi masalah bangsa, dan mulai hilangnya kepercayaan pada para calon dan pemimpin bangsa, ditanggapi oleh pasangan Mega-Pro dengan serius, keberanian dalam mengambil langkah dan sikap, patut kita acungkan jempol terhadap pasangan Mega-Pro ini.

Prabowo kontrak politik dengan Pelajar, Mahasiswa dan pemuda

Disaksikan ribuan pelajar, mahasiswa dan pemuda, Prabowo Subianto menandatangani kontrak politik di Bumi Wiyata, Margonda, Depok, Jawa Barat, Rabu siang (10/6). Kontrak tersebut berupa kesepakatan pasangan capres-cawapres Megawati-Prabowo untuk mencabut UU No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang dianggap merugikan rakyat.

UU BHP dianggap bertentangan dengan semangat Pancasila dan UUD 1945. Dengan adanya UU itu, pendidikan menjadi mahal, sehingga hanya anak orang kaya yang bisa menjadi sarjana. “Orang miskin seperti anak-anak petani dan nelayan tidak akan bisa menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi” ujar Prabowo dalam sambutannya. Karena itu, ia bersedia meneken kontrak politik untuk mencabut undang-undang yang tidak pro rakyat.

Acara kontrak politik tersebut dihadiri perwakilan dari enam perguruan tinggi yakni Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), STIE Dharma Bumiputra, Universitas Nasional, semuanya dari Jakarta, serta UIN Alauddin Makassar. Ada juga perwakilan dari pelajar yakni SMK di daerah Depok, pengamen jalanan dan pedagang kaki lima. Prabowo sempat mendengarkan keluhan-keluhan  mereka.

Perwakilan mahasiswa dari UIN Alauddin dan UKI, mempersoalkan diterapkannya UU BHP pada akhir 2008 yang dianggapnya merupakan bentuk komersialisasi pendidikan.  Karena itu, mereka meminta jika Mega-Prabowo berkuasa segera mencabut UU BHP. Salah satu wakil pelajar SMK, Bangun Satriadinata mempersoalkan iklan pemerintah tentang sekolah gratis yang ternyata tidak benar-benar gratis. Karena tetap saja ada biaya pendidikan yang harus tetap ditanggung pelajar yang cukup berat bagi orang tua murid.

Kontrak Politik dengan Korban Lapindo

Menindaklanjuti pertemuan dengan perwakilan pemuda  korban Lumpur Lapindo pada 5 Juni 2009 lalu yang berlangsung di “Rumah Perjuangan” jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2009, Hj Megawati Soekarnoputri dan H Prabowo Subianto, telah menjadwalkan Deklarasi dan Kontrak Politik dengan mereka di Porong, Sidoardjo, Jawa Timur, pada 16 Juni 2009 mendatang.

Pada kesempatan itu, Mega-Prabowo akan bertemu dengan para korban Lapindo, sekaligus mengungkapkan rasa empatinya. Terutama kepada ribuan korban yang selama tiga tahun ini tidak mendapat perlakuan yang layak. Keragu-raguan pemerintah selama ini justru membuat nasib korban semakin tidak jelas.

Prabowo Kontrak Politik dengan APSI

Calon wakil presiden Prabowo Subianto melakukan kontrak politik dengan Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSI) di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (14/6/2009), yang dihadiri sekitar 400 pedagang pasar porong.

Saat menyinggung pedagang tradisional, Prabowo berjanji akan memperjuangan hidup pedagang agar lebih meningkat. Sebab selama ini pedagang membutuhkan dana dari rentenir. Pihaknya juga akan menghapus masalah outsourcing bagi buruh.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: