Home > Pemilu 2009 > Monolog Butet Kertaradjasa

Monolog Butet Kertaradjasa


Penampilan kesenian Tim Mega-Prabowo dalam Deklarasi Pemilu Damai yang diwakili oleh monolog Butet Kertaradjasa (10/06) membuat kubu Partai Demokrat meradang. Namun sindiran Butet tersebut dianggap pengamat sebagai hal yang wajar.

Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf, para capres-cawapres harus terbiasa dengan kritik dan otokritik. Selama kritikan tersebut masih dalam batas kewajaran, menurutnya sah-sah saja.

Dalam kampanye para capres-cawapres harus siap dikritik tanpa harus tersinggung. “Kalau takut tersinggung, ya nggak usah kampanye. Kampanye harus membuka diri untuk tidak tersinggung” pungkasnya.

Menurut pengamat politik dari Fisipol UI, Arie Sujito, monolog butet tersebut tidak perlu ditanggapi secara reaktif dan emosional. Sebab pesan yang diungkapkan Butet merupakan aspresiasi seni semata. Apa yang disampaikan Butet memang sangat tendesius. Namun, hal itu merupakan berbagai problem yang muncul selama pemilu legislatif dan agenda kebangsaan yang menjadi keresahan masyarakat juga.

Menganggapi hal ini, Partai Demokrat (PD) angkat bicara seputar monolog seniman Butet Kertaradjasa saat deklarasi pemilu damai. PD berharap komitmen capres cawapres harus ditunaikan.

Statement pasangan capres-cawapres tidak hanya formalistik dan sekedar memenuhi jadwal ritual, melainkan benar-benar ditunaikan” kata Ketua DPP PD, Anas Urbaingrum.

Anas berharap capres-cawapres peserta Pilpres bersikap dewasa dan siap menerima segala kemungkinan baik menang atau kalah sekalipun.

Dalam politik pencitraan, menyerang saat kampanye hal yang wajar. Reaksi kubu Capres SBY terhadap penampilan kesenian Tim Mega-Prabowo saat Deklarasi Pemilu Damai yang diwakili oleh monolog Butet Kertaradjasa dinilai berlebihan, menurut Effendi Gazali.

SBY sebagai capres incumbent pasti banyak diserang. “SBY menekankan pada sopan santun. Padahal, seseorang dalam posisi incummbent seperti dia, pasti banyak yang menyerang. Justru kalau kita semakin sopan akan semakin lemah” ujarnya.

Lebih bagus, lanjut Effendi, SBY kerja keras daripada berkoar-koar untuk melakukan hanya 1 putaran. “Jadi menurut saya, orang lain akan melihat bahwa SBY itu sombong. Jika Anda bisa menang di Pileg, kemudian memerintah kedua kalinya, kan tidak ada yang bisa dipertaruhkan” papar nya.

Jubir Tim Sukses SBY-Boediono Rizal Mallarangeng, membantah adanya tekanan kebebasan berekspresi terhadap budayawan Butet Kertaradjasa terkait monolog saat deklarasi pemilu damai. Butet masih tetap dapat berekspresi. Menurut Rizal, pernyataan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng terkait monolog Butet yang menyinggung SBY bukan sebuah ancaman, melainkan keheranan. Sebab kritikan dilakukan di forum yang tidak seharusnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Fadli Zon, mengatakan aksi Butet yang cukup mengagetkan pada Deklarasi Pemilu Damai tersebut bukan sesuatu yang disengaja. Penampilan Butet sangat apa adanya. “Sama sekali tidak ada pesanan, kita beri kebebasan pada Butet“, imbuhnya.

Aksi ini boleh jadi membuat kuping SBY panas. Raut wajah SBY yang sebelumnya sumringah tampak tegang saat Butet tampil. Bagaimana tidak, karena monolog yang gayeng itu dilontarkan di depan SBY sendiri, tanpa tendeng aling-aling. Kritikan Butet membombardir mulai dari masalah utang negara, korupsi, hingga banyaknya pesawat Indonesia yang sering jatuh sebelum perang terjadi.

Mendengar sindiran butet yang langsung dilihatnya di depan mata, raut muka SBY tampak menahan marah. Padahal sebelumnya, SBY banyak mengumbar senyum lantaran terhibur oleh penampilan putra Bagong Kusudiharjo ini. Sementara, para hadirin lainnya tertawa terpingkal-pingkal.

Terlepas dari pro dan kontra penampilan Butet dalam Deklarasi Pemilu Damai, yang jelas masyarakat Indonesia disuguhi atraksi yang ‘menakjubkan’ sekaligus menghibur, tapi menyayat bagi yang merasa tersindir.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: