Home > Pemilu 2009 > Sebuah pukulan untuk JK

Sebuah pukulan untuk JK


Semua orang tidak akan pernah menyangka dengan hasil quickcount yang beredar sekarang, dimana pasangan JK-WIN hanya bisa menempati urutan terakhir sesuai dengan nomor urutnya (3). Sampai saat ini JK-WIN hanya memperoleh 12.59% suara (sumber: LSI), jauh dibandingkan dengan SBY-Boediono (60, 85%). Apa gerangan yang terjadi dengan pasangan ini ?

Seperti yang kita ketahui, pada pemilu legislatif, Golkar memperoleh suara sebesar 14.45% dan Hanura 3.77%, jika di jumlahkan perolehan suara Golkar dan Hanura bisa mencapai 18. 22%, belum lagi ditambah dengan simpatisan dari partai lain dan perorangan, mungkin secara kasarnya bisa mencapai 20% –  30%.

Melihat hasil perolehan sementara yang demikian mengagetkan, semakin membuat orang penasaran dan bertanya-tanya. Kemanakah dukungan dari Partai Golkar tempat JK bernaung selama ini ? Apakah Sang ketua umum ini (JK) tidak pantas untuk memimpin indonesia ? atau ada syarat kepentingan lain, yang ingin di capai para dedengkot Golkar ?

Jika kita review kembali sebelum pemilu pilpres 2009, pasangan JK-WIN begitu dasyat bermanuver dalam mencari dukungan, bahkan popularitas JK-WIN langsung menanjak drastis dan membuat kubu SBY-Boediono kelabakan. Dari mulai dukungan para Ulama baik Muhammadiyah maupun NU sampai dukungan dari para tokoh nasional dan budayawan seperti yang kita lihat dari iklan di televisi. Selain itu iklan-iklan yang ditayangkan pasangan JK-WIN cukup efektif, tepat sasaran dan mengundang simpati masyarakat.

Tapi sayang sekali begitu kita melihat hasil sementara pilpres 2009 ini, pasti sangat sulit diterima olek kubu JK-WIN, yang jelas ini adalah pukulan telak bagi JK khususnya.

Seperti yang kita ketahui, sebelum acara pemilu pilpres 2009 ini, kubu Golkar sudah di guncang oleh masalah internal, seperti 25 DPD tingkat I yang menghendaki Golkar merapat kembali ke Demokrat, lalu muncul isu adanya kubu sakit hati yang di gawangi oleh Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Jadi bisa dipastikan jika suara golkar lainnya sudah beralih ke Demokrat.

Ibarat kata, selain dipukul dari orang-orang terdekatnya (Golkar) JK juga dipukul dari luar. “Inilah politik, syarat dengan kepentingan pribadi, akan jadi sahabat, jika memberikan keuntungan dan akan ditinggalkan jika sudah tidak bermanfaat“.

Atau ini adalah karma dari sikap JK yang membelot pada pilpres 2004, dimana pada pilpres 2004 tersebut (hasil pemilu Golkar wiranto menjadi capres dari Golkar) JK malah bergabung dengan SBY menjadi wakilnya, sehingga suara golkar terpecah.

Tapi walau bagaimanapun juga, kita harus legowo dan menerima hasil pemilu pilpres 2009 ini, dan berdo’a untuk kebaikan bangsa ini, semoga pemimpin terpilih bisa lebih peduli pada kesejahteraan rakyat kecil.

Berikut ini adalah hasil perolehan sementara dari beberapa lembaga survei  dan KPU (sumber : detikcom):

Quick Count Pilpres 2009

Lembaga
LSI (1) 26,56% 60,85% 12,59%
LSI (2) 27,36% 60,15% 12,49%
LP3ES 27,40% 60,28% 12,32%
Puskaptis 28,16% 57,95% 13,89%
CIRUS 27,49% 60,20% 12,31%
LRI 27,02% 61,11% 11,87%
KPU 28,57% 61,66% 9,77%


  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: