Home > Kesehatan > Penyebaran flu babi di Indonesia

Penyebaran flu babi di Indonesia


Sampai dengan 14 juli 2009 penderita positif flu babi di indonesia sudah mencapai 122 orang termasuk 40 orang kontingen paduan suara Indonesia yang dikirim ke Korea Selatan.

Penyebaran virus flu babi berasal dari luar negeri, terutama kunjungan wisatawan mancanegara ke tanah air. Untuk itu, bagi rekan-rekan yang sering bepergian keluar negeri atau ada kerabat yang baru pulang dari luar negeri, harus lebih berhati-hati. Terutama jika bepergian ke negara-negara yang rawan penyakit tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa penyebaran virus flu babi ini melalui udara, jadi bisa dipastikan apabila ada penderita flu babi di indonesia yang tidak terdeteksi atau segera melapor ke RS terdekat, bisa mengakibatkan penyebaran virus flu babi di indonesia akan semakin cepat.

Untuk itu, di butuhkan peranan pemerintah yang sangat besar, terutama dalam memperketat arus keluar masuk negara, seperti bandara-bandara internasional dan daerah wisatawan mancanegara, seperti Bali.

Penggunaan masker sangat disarankan sekali dalam pencegahan virus flu babi. Dan apabila ada keluarga atau rekan-rekan yang mengalami gejala demam tinggi diatas 37,8 derajat celcius, batuk, sesak nafas, nyeri otot, nyeri kepala, nyeri persendian bahkan muntah dan diare, segera saja bawa ke RS terdekat.

Untuk deteksi dan pencegahannya saya sudah sempat bahas di Deteksi ‘n Pencegahan flu babi, mungkin bisa di baca kembali, agar kita bisa lebih paham dan bisa menanggulangi atau melakukan pertolongan pertama.

Informasi tambahan, bagi para penderita asma harus lebih waspada, karena mereka akan lebih rentan terhadap penularan virus H1N1. Untuk itu bagi penderita asma harus sering atau rutin memeriksakan perkembangan penyakit yang diderita minimal sebulan sekali. Asma sendiri dapat dengan mendadak kambuh. Sedangkan influenza dan sesak nafas merupakan salah satu ciri-ciri terserang virus H1N1.

Virus flu babi/swine flu sendiri, di tubuh babi, mengalami perubahan dengan dua pola, yaitu :

  1. Berupa adaptasi.
  2. Berupa penyusunan ulang virus.

Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia. Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang saling berdekatan.

Berdasarkan level pandeminya sendiri, flu babi sudah memasuki fase enam, dimana penularannya sudah pada manusia ke manusia antar negara. (baca  di level pandemi WHO).

Sejauh ini, Obat yang dikonsumsi untuk menangai flu babi adalah Tamiflu  dimana obat ini dirancang secara khusus untuk melawan semua jenis virus influenza. Tapi bagi wanita penderita flu babi yang sedang hamil, penggunaan obat tamiflu akan sangat berbahaya bagi janin dan kandungannya. Di luar negeri sendiri sebenarnya telah tersedia obat pencegah flu babi maupun flu burung dalam bentuk obat hisap seperti inhaler. Namun, obat tersebut harganya cukup mahal sehingga  di Indonesia masih belum tersedia.

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: