Home > Kesehatan > ANGIN DUDUK

ANGIN DUDUK


Di dalam dunia medis, istilah angin duduk seperti yang digambarkan dengan gejala-gejala tersebut mengarah pada penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA). Ternyata, penyakit Ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).

Muncul gejala keluhan nyeri ditengah dada, seperti:

  • Rasa ditekan atau terasa berat di dada tembus belakang
  • Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati
  • Rasa terbakar dengan sesak napas
  • Keluar keringat dingin
  • Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung.

Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag. Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).

Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :

  1. Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
  2. Sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
  3. Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
  4. Infeksi pada pembuluh darah.

Penyempitan itu, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut “angina”.

Namun hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard).

Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan.

Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat. SSJKA ini memang mendadak. Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama 15-30 menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan.

Untuk pencegahan terjadinya SKA beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  1. Pengendalian faktor resiko
    Ada empat faktor risiko biologis yang tak dapat diubah, yaitu: usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga.Tetapi faktor-faktor risiko lain masih dapat diubah, sehingga berpotensi dapat memperlambat proses aterogenik(timbunan lemak). Faktor-faktor tersebut adalah peningkatan kadar lemak darah, hipertensi, merokok, kencing Manis dan diet tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan kalori
  2. Pencegahan Sekunder
    Bagi penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat Antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri Dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).
  3. Pola hidup sehat,
    Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, melakukan pola makan yang sehat, Olah raga/ aktifitas fisik yang mencukupi.dll

Atau anda bisa melakukan tips di bawah ini :

  1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari
  2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami)
  3. Hindari stress, dan selalu sabar
  4. Perbanyak berpuasa
  5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: