Home > News > Isu Motif dan Pelaku Bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton

Isu Motif dan Pelaku Bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton


Peristiwa ledakan Bom yang menghancurkan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton 17 Juli 2009 yang lalu, telah menyisakan duka yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia.

Bagi Hotel JW Marriott ini adalah pukulan telak yang ke-2 setelah ledakan bom tahun 2003 lalu. Bagaimana tidak, hotel yang berkelas internasional dengan sistem keamanan berlapis, masih bisa di bobol dengan mudahnya.

Selain itu, peristiwa ledakan bom tersebut akan menjadi ancaman bagi sarana dan prasarana yang sifatnya internasional atau banyak di datangi oleh wisatawan asing.

Apa sebenarnya yang menjadi motif pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton ?

Ada 2 isu motif  yang berkembang di masyarakat, terkait ledakan bom tersebut, yaitu :

  1. Terkait dengan kedatangan MU
  2. Ketidakpuasan terhadap presiden terpilih 2009-2014

Seperti dikutip dari detikcom, Kemungkinan besar, pelaku ingin menjadikan para pemain Manchester United (MU) sebagai target. Namun, targetnya diubah setelah mengetahui adanya agenda CEO Meeting di JW Lounge, CEO Meeting bertajuk Indonesia Country Program (ICP) itu dihadiri para CEO, direktur, dan manajer dari perusahaan-perusahaan asing ternama.

Kemungkinan ke-2 terkait dengan pidato presiden SBY 17 juli 2009, mengenai dirinya yang menjadi target utama bom tersebut, hal ini terkait dengan temuan bukti hasil latihan tembak yang berupa foto SBY dengan 1 buah lubang yang mengenai pipi kirinya,  oleh BIN.

Siapakah pelaku pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton ?

Dari kabar yang beredar disebutkan bahwa 2 pelaku menginap di hotel JW Marriott, tepatnya dikamar 1808 sejak 15 Juli 2009 hingga 21 Juli 2009, dengan membayar deposit sebesar US$ 1.400, atas nama Nurdin Aziz dengan bukti diri KTP yang dikeluarkan Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Para pelaku tidak menginap di Ritz Carlton, karena kamar-kamar di hotel Ritz Carlton kabarnya sudah dikosongkan sejak jauh-jauh hari. Ini bagian sterilisasi Ritz Carlton sebelum para pemain MU datang. Lagi pula, pengamanan di Ritz Carlton sudah sangat ketat.

Dan dari isu yang beredar, bahwa potongan kepala yang sedang di identifikasi oleh polisi adalah pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot, dengan nama Nur Sahid alias Nur Said alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi, yang tinggal di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah.

Sedangkan sejauh ini untuk pelaku pengeboman Hotel Ritz Carlton masih belum diketahui, dengan jelas identitasnya, walaupun polisi telah menyimpan potongan tubuh yang diperkirakan adalah pelaku bom di RS Polri.

sumber : tvOne, detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: