Home > Teroris > Kontroversi pidato SBY terkait bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott

Kontroversi pidato SBY terkait bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott


Pidato Presiden SBY pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton telah terbantahkan dengan temuan-temuan pihak kemanan. Sebab temuan itu mengindikasikan teror dilakukan oleh pelaku lama dan tidak terkait hasil pilpres 2009. Selain itu pidato tersebut banyak menuai kontroversi dari berbagai kalangan. Bahkan dinilai sebagai upaya mengkriminalisasikan para pejuang keadilan pilpres. Mereka yang memperjuangkan agar pilpres berlangsung jujur dan adil seolah-olah dianggap sebagai penjahat yang Anti Negara dan Anti Demokrasi.

Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Ragkuti, tindakan SBY ini, ada kemiripan dengan apa yang dilakukan Soeharto ketika membangun Orde Baru. Saat itu Soeharto juga mengkriminalisasikan para pengkritik pemerintah sebagai pihak yang Anti Pemerintahan dan Anti Negara. Dan seperti diketahui, Orde Baru kemudian mengarah pada otoritarianisme. Padahal, pihak-pihak yang mengadvokasi pelanggaran pemilu itu berjuang demi menegakkan demokrasi. Sebab setiap pelanggaran pemilu berarti menciderai proses demokrasi. Dan pembiaran kecurangan dan pelanggaran pemilu merupakan awal bagi upaya penggerogotan demokrasi Indonesia.

Ada 5 hal yang dipersoalkan dalam pidato SBY tersebut, yaitu :

  1. Pernyataan SBY bahwa telah terjadi kegaduhan di tingkat elit politik.
  2. Bahwa banyak pernyataan bernada menghasut dan memelihara suhu panas dan penuh permusuhan.
  3. Bahwa ada rencana pendudukan KPU.
  4. Bahwa akan ada revolusi jika SBY menang.
  5. Bahwa ada pihak yang tidak menghendaki SBY dilantik.

Lima pernyataan Presiden yang terkait dengan pelaksanaan pemilu itu benar-benar sangat mengagetkan masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang sejak awal tekun dan gigih dalam mengadvokasi seluruh pelanggaran, keculasan, dan ketidakjurdilan pelaksanaan pemilu,” ungkap Ray.

Sedangkan musisi yang juga politisi Franky Sahilatua, menilai Presiden SBY memainkan melodrama dalam pidatonya tersebut. “Presiden harus minta maaf atas melodrama yang dimainkannya 6 jam setelah ledakan bom. Kalau mau main melodrama ikut sinetron saja, jangan jadi presiden,” katanya

Menurut Franky, ucapan SBY tidak dikeluarkan atas kapasitasnya sebagai presiden, tetapi calon presiden. Sebab dalam pidatonya itu SBY menyinggung mengenai kegaduhan politik di masa pilpres dan kemungkinan keterkaitannya dengan pengeboman. Misalnya ucapan SBY tentang ada pihak yang berupaya menduduki KPU, mencegah SBY terpilih dan dilantik, dirinya dijadikan sasaran tembak, dan lain-lain.

Dalam kesempatan itu Franky juga membawakan lagu yang berjudul Pemilu Busuk. Demikian liriknya:

Pemilu busuk siapa yang buat
Pemilu sepanyol separuh nyolong!
Pemilu busuk siapa yang buat
(S)iapa (Y)ang (B)uat – SYB

Lagu itu dinyanyikan bersama-sama dengan rekan-rekan Franky yang tergabung dalam Masyarakat Pengawal Demokrasi, antara lain Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan, Direktur Reform Institute Yudi Latif, dan mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Chalid Muhammad.

Sementara itu Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengungkapkan bahwa Pidato Presiden SBY yang seolah mengaitkan ledakan bom Marriot dan Ritz Carlton dengan Pilpres 2009, bukan tindak politisasi. Hal itu merupakan ekspresi kemarahan dan memacu aparat keamanan untuk menggulung jaringan kelompok teroris.

Menurutnya rakyat Indonesia tentu sama marahnya seperti SBY atas peledakan bom yang merenggut 8 nyawa orang tidak berdosa tersebut. Kerja keras semua pihak selama bertahun-tahun untuk memulihkan keamanan nasional dan gerakkan ekonomi lima tahun terakhir jadi rusak gara-gara aksi terorisme itu.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: