Home > News > Nur Said

Nur Said


Seperti di kutip dari banyak media massa, bahwa pelaku ledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott adalah Nur Said alias Nur Sahid alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz.

Siapakah Nur Said  ?

Nur Said adalah putra dari pasangan Muhammad Nasir (60) dan Tumini(57) yang tinggal di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah.

Pada tahun 2000, Nur Said menikahi Dwi Prastiwi (31), putri kedua Siti Lestari, warga Klaten, Jawa Tengah. Dan sudah dianugerahi dua anak, yaitu Muna Sania Hanifa dan Al Husna Himatun Nisa.

Sejak menikah dengan Nur Said, Dwi jarang menengok orangtuanya di Klaten. Siti Lestari juga tak mengetahui di mana alamat pasti Nur Said-Dwi tinggal. Hanya saja, saat datang ke Klaten pada 2005 lalu, mereka pernah menyebut tinggal di Semarang.

Berdasarkan informasi dari Siti Lestari (Ibu Mertua Nur Said), Nur Said bekerja sebagai tukang kunci dan berjualan kaca mata.

Dimata tetangganya Nur Said sendiri dikenal sebagai pria yang baik dan taat beribadah. Hal ini pulalah yang menyebabkan para tetangga Nur Said tidak percaya jika Nur Said adalah pelaku ledakan Bom di Hotel JW Marriot. Berikut adalah kutipan yang diambil dari detikcom,

“Saya tidak yakin kalau antara foto Nur Said ini dan foto kepala yang sudah jenazah itu sama. Sebab, ada beberapa perbedaan yang menyolok,”tegas Ahmad Rafi’i, paman Nur Said.

Rafi’i menilai jika foto potongan kepala pelaku bom bunuh diri yang beredar wajahnya lebar sedangkan Nur Said memiliki wajah yang sempit atau kecil.

Selain itu, bentuk gigi antara kedua foto itu juga dinilai Rafi’i beda jauh. Kalau gigi Nur Said agak besar-besar dan panjang. Sementara, bentuk gigi foto kepala yang beredar kecil-kecil.

Dari postur tubuh, Rafi’i juga menilai bahwa tinggi badan pelaku yang sering dia lihat di beberapa televisi setinggi kira-kira 170 cm-an. Sementara menurut Rafi’i tinggi badan Nur Said hanya setinggi antara 160-165 cm-an saja.

Dikatakan pula oleh Abdurrachman Assegaf yang mengaku ketua umum Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII), bahwa Nur Said adalah alumnus Pesantren Ngruki dan hal ini sempat dibenarkan juga oleh pihak keluarga Nur Said.

Namun demikian pernyataan Abdurrachman Assegaf sempat tidak dibenarkan oleh pengurus pesantren Ngruki, dan belakangan ini pesantren tersebut mengiyakan bahwa Nur Said pernah mesantren disana, yang disampaikan oleh Direktur Al-Mukmin Ngruki, Ustadz Wahyuddin. Wahyuddin mengaku pihaknya sempat membantah Nur Said sebagai alumnus pesantrennya karena ketidaksesuaian nama-nama yang disebutkan dengan catatan yang ada di buku induk pesantren.

sumber : detikcom, tvOne

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: