Home > Teroris > Tanda Tanya Pelaku Bom di Hotel Ritz Carlton

Tanda Tanya Pelaku Bom di Hotel Ritz Carlton


Peristiwa ledakan bom yang menghancurkan hotel Ritz Carlton, 17 Juli 2009 lalu, masih menyisakan duka yang mendalam, dan sampai saat ini polisi pun belum dapat mengungkap siapa pelaku pemboman di hotel tersebut.

Belakangan ini muncul isu yang merebak mengenai sosok yang bernama Ibrahim, di duga sebagai pelaku pengeboman di hotel Ritz Carlton.

Benarkan Ibrahim sebagai pelaku pengeboman di hotel Ritz Carlton ?

Berawal dari kedatangan beberapa kerabat Ibrahim ke RS Polri Sukanto, 20 Juli 2009 lalu, untuk mencari keberadaan Ibrahim yang bekerja sebagai Florist sejak tahun 2005 di Hotel Ritz Carlton.

Pasca kejadian ledakan bom di hotel Ritz Carlton, keluarga Ibrahim tidak mendapatkan kabar tentang keberadaannya, apakah Ibrahim selamat atau meninggal terkena ledakan bom tersebut. Untuk itu keluarganya berinisiatif datang ke RS Polri Sukanto untuk mencari keberadaan Ibrahim.

Kesaksian karyawan hotel Ritz Carlton mengatakan bahwa pada saat kejadian ledakan bom tersebut, Ibrahim sempat lari keluar bersama dengan karyawan lain.

Namun belakangan ini ditemukan sebuah surat wasiat yang ditinggalkan Ibrahim di salah satu meja di Hotel Ritz-Carlton, yang bunyi “agar keluarga Ibrahim membayar utang-utang yang harus ditanggungnya“. Namun tidak dijelaskan secara detil utang tersebut kepada siapa saja.

Sumber yang mengaku kenal dengan Ibrahim tersebut bahkan mengaku sering melihat Ibrahim beberapa hari sebelum peristiwa peledakan membawa tas ransel warna hitam ke Hotel Ritz-Carlton.

Sebelum bom meledak, Ibrahim sempat pulang ke Kuningan, Jawa Barat, 11-13 Juli 2009 lalu, di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Menurut Suci Hani (istri Ibrahim), suaminya selalu pulang dua minggu sekali, pada hari Sabtu dan Minggu.

Suami saya menciumi pipi saya beberapa kali. Biasanya gak pernah kaya gitu. Bahkan saya sempat memfoto dia saat di angkot (angkutan kota) waktu mau berangkat ke Stasiun. Saya juga gak naruh firasat apa pun,” tutur Suci Hani.

Suci Hani tak punya firasat akan kehilangan suaminya untuk selama-lamanya. Namun, memang ada sesuatu yang aneh terjadi pada diri suaminya, Ibrahim. Apalagi, pada 17 Juli 2009 pagi hari, sebelum bom di Ritz-Carlton meledak, Ibrahim telepon Suci menanyakan kondisi anaknya.

Tes DNA

Suci Hani baru tiba di rumahnya di Kuningan pagi tadi dengan dikawal dua polisi. Dia baru saja diminta Mabes Polri datang ke Jakarta untuk keperluan tes DNA. Tes DNA perlu dilakukan untuk memastikan apakah di antara jenazah korban tewas bom Marriott dan Ritz-Carlton ada jenazah Ibrahim.

Pihak keluarga yang diambil sampel untuk tes DNA adalah anak pertama Ibrahim, Sabrina (12). Sampel darah Sabrina juga diambil. Keluarga menjalani tes DNA pada Minggu (20/7/2009).

Suci Hani dan Ibrahim menikah pada tahun 1996. Saat ini, pasangan itu dikaruniai 2 putra dan 2 putri. Anak pertama mereka berumur 12 tahun. Sementara anak terakhir baru berusia 4 bulan.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: