Home > News > Ibu Prita Akan di Adili kembali

Ibu Prita Akan di Adili kembali


Jaksa kasus pencemaran nama baik RS Omni Internasional akan kembali mendakwa Prita Mulyasari (31) menyusul adanya putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banten yang membatalkan putusan sela Pengadilan Negeri Tangerang yang membebaskan Prita Mulyasari dari dakwaan mencemarkan nama baik RS Omni Internasional.

Kapuspenkum Kejagung Mangandar Jasman Pandjaitan menilai putusan PT itu cukup arif dan bijaksana. Dengan adanya putusan tersebut, kasus Prita akan disidangkan kembali, dan dapat dibuktikan duduk perkara yang sebenarnya. Ketika diproses di PN Tangerang, lanjutnya, perkara ibu dua anak itu masih bersifat formil. Persidangan belum masuk kepada pokok perkara yang didakwakan kepada Prita.

Dikatakan Jasman, sebetulnya hasil pemeriksaan tersebut sudah disimpulkan oleh inspektur. Namun, begitu Pengadilan Negeri Tangerang membebaskan Prita melalui putusan sela, kesimpulan itu pun tertunda.

Jika terbukti bersalah, kata Jasman, jaksa akan dikenai sanksi sesuai dengan PP No 30/1980 tentang Disiplin PNS.

Sementara itu mantan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) Bambang Widjayanto menilai Pimpinan Kejaksaan Agung dianggap tidak konsisten terhadap masalah yang dipersoalkan publik. Ada sedikit kekacauan beberapa pekan lalu ketika isu Prita mencuat. Jaksa agung menyatakan ada tindakan tidak profesional dari pihak kejaksaan yang mengajukan kasus Prita. Saat itu, Jaksa tidak memeriksa cukup baik berkas yang diajukan ke kepolisian. Tapi kemudian ketika Pengadilan memutuskan ada tidak kecermatan, jaksa kemudian verzet.

Pengadilan Tinggi Banten mengabulkan verzet atau perlawanan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Prita. Jaksa mengajukan verzet untuk melawan putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang memutuskan menghentikan sidang kasus Prita karena dakwaannya tidak sah.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan, Hamzah Taja memastikan terdapat jaksa yang bersalah dalam penanganan kasus Prita Mulyasari. Kesalahan tidak terletak pada pendakwaan UU ITE namun saat mekanisme pengembalian berkas ke pihak penyidik.

Namun hingga Jum’at 31/07/2009, Kejaksaan Agung (Kejagung) belum menerima putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banten tentang pembatalan putusan sela kasus Prita Mulyasari. Kejagung akan mempelajari putusan itu jika telah menerimanya.

Hendarman menyatakan Kejagung akan segera mempelajari putusan itu setelah menerimanya. “Tentunya harus ada pertimbangan yang menyangkut masalah pasal-pasal lain yang dibutuhkan jaksa,” katanya. Jaksa Agung Hendarman Supandji telah mengatakan jaksa kasus Prita tidak profesional.

Dengan dilanjutkannya sidang ini, imbuhnya, akan menjadi kesempatan untuk membuktikan apakah pasal dalam UU No 11/2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) benar diterapkan kepada Prita.

Sumber : detikcom

Baca juga :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: