Home > Bencana > Gempa di Tasikmalaya, Papua dan Lampung

Gempa di Tasikmalaya, Papua dan Lampung


Gempa yang mengguncang Tasikmalaya, kamis, 03/09/2009, 7,3 Skala Richter (SR), telah menelan korban jiwa sebanyak 53 orang, 37 orang hilang, 125 orang luka berat, 503 orang luka ringan dan 5.368 orang warga mengungsi. (update pukul 20.00 wib (03/09/2009)).

Namun gempa 7,3 SR yang berpusat di 142 kilometer barat daya Tasikmalaya tersebut tidak memicu Tsunami, hal ini disebabkan karena kedalaman pusat gempa yang melebihi 30 kilometer, sehingga kemungkinan Tsunami-nya kecil.

Walaupun demikian sempat terjadi tsunami kecil akibat gempa 7,3 SR itu yakni di Pelabuhan Ratu 15 cm, di Pangandaran 20 cm, di Pameungpeuk 1 meter dan 22 kali gempa susulan.

Selain itu gempa Tasikmalaya juga dirasakan sampai ke Jakarta, bahkan mengakibatkan beberapa gedung mengalami keruskan, berikut daftar gedung yang mengalami kerusakan tersebut :

  1. Gedung Veteran, Semanggi, Jakarta. Setidaknya tercatat ada lima titik yang mengalami retak. Gedung Veteran adalah perkantoran setinggi 10 lantai yang merupakan bagian dari Balai Sarbini dan Plaza Semanggi. Keretakan yang cukup perlu perhatian serius adalah di pilar penyangga areal parkir lantai 8A. Keretakan juga terlihat di areal perkantoran lantai 7. Lantai keramik di ruang mesin yang terletak di lantai sama, juga nampak terbongkar. Sedangkan di bagian lobi, kacanya terlihat retak cukup panjang.
  2. Gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, ada tembok di tangga yang retak. Ada juga kaca yang pecah.
  3. The East Building lantai 16, Jl Lingkar Mega Kuningan. Dinding retak dari atas ke bawah sekitar 1,5 meter. Dan wall paper terkoyak robek .
  4. Lantai 7 Graha Kencana, Jl Raya Perjuangan, Jakarta Barat.  Keramik/granit dinding di WC Pria ada yang geser alias maju beberapa mili ke depan.
  5. Ada kantor di belakang Graha Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Dua ubin di lantai satu retak.
  6. Plafon atap Kantor Departemen Kelautan dan Perikanan yang ada di atas tangga darurat lantai 2 dan lantai 5 ambrol dan dinding-dinding retak.
  7. Gedung Cyber Mampang: jalur tangga darurat hampir setiap lantai retak.
  8. Gedung Citylofts Sudirman banyak terdapat keretakan pada dinding dan lantai khususnya lantai 7 – 15.
  9. 1 Segmen kaca ukuran 25 x 100 cm pecah di gedung BPPT 1 lantai 19.
  10. Apartemen Mediterania Garden Residences I (Grogol – Petamburan, Jl. Tj. Duren Raya Kav. 5 – 9) ada beberapa titik keretakan.
  11. Gedung Graha Kirana di Jl. Yos Sudarso Kav. 88 , Sunter, Jakarta Utara, juga mengalami keretakan di beberapa dinding gedung.
  12. Keretakan di kompleks perkantoran Roxy Mas di bagian tembok atas bagian luar sebelah selatan gedung.
  13. Gedung Sonatopas: Ketika terjadi gempa saya bersama rekan saya turun lewat tangga darurat, tembok-tembok di setiap lantai retak dan kerikil retakan tembok berjatuhan hampir di setiap lantai di gedung yg mempunyai 21 lantai itu.
  14. Retak di sambungan balok & kolom terlihat di tangga darurat lantai 6, 7 & 8 Gedung Artha Graha, SCBD Sudirman.
  15. Apartemen Palazzo di Kemayoran mengalami retak-retak seperti di lantai 19 terjadi keretakan di koridor dan di frame pintu. Ada juga keretakan di bagian dapur dan dekat pintu utama.
  16. Apartemen Hamptons Park, Tarogong, Pondok Indah, retakan di dinding unit apartemen juga di lobby, khususnya tower A dan B.

Setelah terjadi gempa di Tasikmalaya, Papua Barat pun dilanda gempa dengan kekuatan 5,6 SR pada hari kamis, 03/09/2009, pukul 23.58 WIB.

Dikatakan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rasidi, gempa di Tasimalaya terjadi akibat tumbukan lempeng Eurasia dan Indoaustralia. Lempeng Eurasia bergerak ke selatan, sedangkan Indoaustralia bergerak ke utara.

Kalau di Papua itu tumbukan antara lampeng Pasifik dari timur ke barat menumbuk lempeng Indoaustralia,” kata Rasidi.

Menurut Rasidi, gempa yang terjadi di Selat Sunda memang masih berkaitan dengan lempeng Eurasia dan Indoaustralia. Namun, dalam hal ini lempeng Indoaustralia saja yang bergerak.

Energinya bergerak selatan ke arah utara. Tumbukannya kecil,” pungkasnya.

Dan hari ini (04/09/2009) telah terjadi gempa di Lampung dengan kekuatan 5,6 SR di kedalaman 15 km dari dasar laut dan ini merupakan gempa dangkal.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 07.52 WIB dengan titik pusat berada di 95 km arah barat laut Ujung kulon. Gempa dirasakan di Bandar Lampung sekitar II-III MMI.

sumber : detikcom

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: