Home > News > Wiliardi ungkap kasus PRB

Wiliardi ungkap kasus PRB


Babak baru untuk kasus antasari mulai diungkap, seperti yang saya kutip dari detikcom, mengenai pengakuan dan kronologis dari Wiliardi Wizar salah satu tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB).

Terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Williardi Wizar membuat pengakuan mengejutkan dalam sidang dengan terdakwa Antasari Azhar. Williardi menyeret Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan yang menekannya dalam proses pemeriksaan.

Kronologis yang diungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta, Selasa (10/11/2009) :

  1. Jam 10.00 WIB pagi saya didatangi oleh Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko. Dia katakan sudah kamu ngomong saja, kamu dijamin oleh pimpinan Polri tidak ditahan, hanya dikenakan disiplin saja,” kata Wiliardi.
  2. Pada pagi dini harinya sekitar pukul 00.30 WIB, dia dibangunkan oleh penyidik kepolisian. Di ruang pemeriksaan, ada istri dan adik iparnya, serta Dirkrimum saat itu Kombes Pol M Iriawan. “Dirkrimun bilang ke istri saya, kamu bilang saja ke suami kamu, semuanya akan dibantu. Jam setengah satu saya diperiksa, dan disuruh buat keterangan agar bisa menjerat Antasari. Jaminannya saya bisa pulang. Ini saya ngomong benar, demi Allah,” terangnya Wiliardi. Bahkan Wiliardi meminta majelis hakim untuk menelepon M Iriawan. “Saya juga mengirim SMS, menagih janjinya. Katanya saya tidak akan ditahan dan saya juga meminta agar segera diklarifikasi, kalau saya juga tidak sebejat seperti yang diberitakan sebagai orang yang mencari eksekutor. Tapi hari itu juga saya mau ditahan,” terangnya.
  3. 2 hari kemudian karena kecewa tidak ditanggapi, Wiliardi memberanikan diri mencabut BAP. “Sempat ada penyidik yang bilang ke saya, kalau tidak diganti tidak akan bisa menjerat Antasari,” imbuhnya. Dia mengaku, bila memang ada pertemuan di rumah Sigit, antara dirinya dan Antasari, kemudian ada perintah untuk membunuh, dia mengaku siap dihukum seberat-beratnya. “Jadi itu tidak benar. Silakan cek di CCTV, amplop yang diterima saya, itu diberikan Sigid bukan Antasari,” imbuhnya.
  4. Wiliardi juga mengaku, pernah suatu waktu dia dijemput oleh Brigjen Pol Iriawan Dahlan, saat itu dia diajak minum kopi di ruangan Hadiatmoko. “Saya ditanya kenal Edo, Antasari, Sigit dan apa pernah menyerahkan Rp 500 juta. Saya memang menyerahkan ke orang untuk menyelidiki suatu kasus di Citos. Tapi saya tidak tahu kemudian dipakai membunuh,” imbuhnya.
  5. Kemudian, setelah itu Hadiatmoko menahannya atas tuduhan pembunuhan. “Kok saya bingung cuma antar uang ditahan? Sejak itu saya ditahan. Pak Hadiatmoko bilang ini perintah pimpinan, dan saya diminta mengikuti saja penyidikan biar perkara cepat P21.  Bagaimanapun pimpinan saya Kapolri, sehinga saya tertarik. Saya, keluarga, istri dan ortu diimingi kebebasan saya,” tutupnya.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. Kasus pembunuhan direktur PRB
  2. Kronologis Pembunuhan Nasrudin direktur PRB
  3. Antasari tersangka pembunuh direktur PRB
  4. Profil 3 tersangka kasus Nasrudin
  5. Profil Eksekutor Nasrudin

  1. 16 November 2009 at 11:59 am

    Sebenarnya gw malah jd bingung ni… dengan adanya berbagai pengakuan2 dari orang2 terkait, malah bikin ga jelas… jd binun sebenarnya cerita siapa yg bener…?

    kita tunggu aja perkembangannya kedepan….

  2. sutta
    17 November 2009 at 10:31 am

    iya neh, makin kesini makin gak jelas…

    Isunya sih semua kasus hukum yang menjerat anggota KPK saling berkaitan satu sama lainnya.

    Kita tunggu aja perkembangan kedepannya gimana …

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: