Archive

Archive for the ‘Dari Sahabat’ Category

PERSAHABATAN PETER DAN TINA

10 August 2009 Leave a comment

Peter  dan  Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa   melakukan apapun, hanya memandang  langit sementara  sahabat-sahabat mereka  sedang asik bercanda ria dengan   kekasih mereka masing-masing.

Tina: “Duh  bosen banget.  Aku harap aku juga punya pacar yang bisa   berbagi
waktu denganku.”

Peter:  “Kayaknya cuma  tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma   kita berdua saja yang tidak punya  pasangan  sekarang.” (keduanya mengeluh  dan berdiam beberapa  saat)

Tina: “Kayaknya aku ada ide  bagus  deh. kita adakan permainan yuk?”

Peter:  “Eh? permainan  apaan?”

Tina: “Eng…   gampang sih permainannya. Kamu jadi  pacarku dan aku  jadi pacarmu tapi  hanya untuk 100 hari saja. gimana   menurutmu?”

Peter:  “Baiklah… lagian aku  juga gada rencana  apa-apa untuk beberapa bulan ke   depan.”

Tina: “Kok  kayaknya kamu gak  terlalu niat ya…  semangat dong! hari ini akan jadi  hari  pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana   nih?”

Peter: “Gimana kalo  kita nonton saja?  Kalo gak salah  film The Troy lagi maen deh. katanya   film itu bagus”

Tina: “OK  dech…. Yuk kita  pergi sekarang. tar  pulang nonton kita ke karaoke  ya… ajak aja adik kamu sama  pacarnya biar  seru.”

Peter  : “Boleh juga…”
(mereka  pun pergi  nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina   pulang malam harinya)

Hari ke  2:
Peter dan  Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan   bercanda di kafe, suasana kafe yang  remang-remang dan  alunan musik yang syahdu  membawa hati mereka pada  situasi yang  romantis. Sebelum pulang Peter membeli   sebuah kalung perak berliontin bintang  untuk  Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat  perbelanjaan  untuk mencari kado untuk seorang  sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat   perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur  mobil mini. Setelah  itu mereka beristirahat duduk  di foodcourt, makan satu potong kue dan satu  gelas jus  berdua dan mulai berpegangan  tangan untuk pertama  kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling   dengan teman-teman Peter. Tangan tina  terasa sakit  karena tidak pernah  bermain bowling sebelumnya. Peter   memijit-mijit tangan Tina dengan   lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina  makan malam di  Ancol Bay . Bulan sudah menampakan  diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan  bintang  dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan,  sambil  menikmati suara desir angin berpadu  dengan suara  gelombang bergulung di  pantai. Sekali lagi Tina memandang  langit,  dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan   suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke  41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue  ulang  tahun untuk Peter. Bukan
kue  buatannya yang pertama,  tapi kasih sayang  yang mulai timbul dalam hatinya   membuat kue buatannya itu menjadi yang  terbaik. Peter  terharu menerima kue  itu, dan dia mengucapkan suatu  harapan  saat meniup lilin  ulang tahunnya.

Hari ke  67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik  halilintar, makan  es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter   menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan  Tina membelikan sebuah  pulpen untuk  Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat   meriahnya pameran lampion dari negeri  China.  Tina penasaran untuk  mengunjungi salah satu tenda  peramal. Sang  peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu   bersamanya mulai sekarang”, kemudian  peramal  itu meneteskan air mata.

Hari ke  84:
Peter  mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.   Pantai Anyer sangat sepi karena bukan  waktunya liburan  bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan   sepanjang pantai sambil berpegangan  tangan, merasakan  lembutnya pasir dan  dinginnya air laut menghempas kaki  mereka.  Matahari terbenam, dan mereka berpelukan  seakan  tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke  99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari  ini  dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota  dan akhirnya  duduk di sebuah taman  kota.

15:20 pm
Tina: “Aku haus..   Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter:  “Tunggu disini,  aku beli minuman dulu. Aku  mau teh botol saja. Kamu
mau  minum  apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan  capek  sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar  ya”
Peter  mengangguk. kakinya memang pegal sekali   karena dimana-mana Jakarta selalu   macet.

15:30 pm
Peter  sudah menunggu  selama 10 menit and Tina  belum kembali juga.
Tiba-tiba   seseorang yang tak dikenal berlari  menghampirinya dengan  wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing:   “Ada seorang perempuan ditabrak mobil.  Kayaknya perempuan  itu adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama  dengan  orang asing itu. Disana, di atas aspal yang   panas terjemur terik matahari  siang,tergeletak tubuh  Tina bersimbah  darah, masih memegang botol  minumannya. Peter segera melarikan mobilnya  membawa  Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang  gawat darurat  selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter   keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53  pm
Dokter:  “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan   yang terbaik. Dia masih
bernafas  sekarang tapi Yang  kuasa akan segera  menjemput. Kami menemukan surat ini   dalam kantung bajunya.”
Dokter  memberikan surat yang  terkena percikan  darah kepada Peter dan dia
segera   masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat  Tina. Wajahnya  pucat tetapi terlihat  damai.
Peter duduk disamping   pembaringan tina dan menggenggam tangan  Tina  dengan erat.
Untuk pertama  kali dalam hidupnya Peter  merasakan  torehan luka yang sangat dalam di   hatinya. Butiran air mata mengalir  dari kedua belah  matanya. Kemudian dia  mulai membaca surat yang telah  ditulis  Tina untuknya.

Dear Peter…
ke  100 hari kita sudah hampir  berakhir.
Aku menikmati  hari-hari yang  kulalui bersamamu.
Walaupun   kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa  ditebak,
tapi  semua hal ini telah  membawa kebahagiaan dalam  hidupku.
Aku  sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang   berharga dalam hidupku.
Aku menyesal  tidak pernah  berusaha untuk mengenalmu  lebih dalam  lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa,   hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari  kebersamaan kita. Sama  seperti yang kuucapkan pada bintang  jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau  menjadi  cinta sejati dalam hidupku. Aku  ingin menjadi kekasihmu  selamanya dan  berharap kau juga bisa berada disisiku   seumur hidupku. Peter, aku sangat  sayang  padamu.

23:58 pm
Peter: “Tina, apakah kau  tahu harapan  apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup   lilin ulang tahunku?
Aku  pun berdoa agar Tuhan  mengijinkan kita  bersama-sama selamanya.
Tina, kau   tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita  lalui baru  berjumlah 99
hari!
Kamu  harus bangun dan kita akan  melewati  puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga   sayang padamu, Tina. Jangan  tinggalkan aku, jangan biarkan  aku
kesepian!
Tina, Aku sayang   kamu…!”

Jam dinding  berdentang 12  kali…. jantung Tina  berhenti berdetak.
Hari itu  adalah  hari ke 100…

Katakan  perasaanmu  pada orang yang kau sayangi  sebelum terlambat.
Kau  tidak akan  pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau   tidak akan pernah tahu siapa yang akan  meninggalkanmu dan  tidak akan pernah  kembali lagi.

Baca juga :


TALENTA MANAGERIAL – Good leader is Good listener

26 June 2009 Leave a comment

Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah pemicunya? Atau ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka?

Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli dalam pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia . Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.

Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinya canggih, kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah di daerah segitiga emas, bahkan kantinnya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia dikirim keluar negeri untuk pelatihan. “Proses pembelajaran saya adalah yang tercepat di sini” kata Lesmana “Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir seperti di perusahaan ini“.

Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja di perusahaan itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi dia tidak sanggup lagi bertahan di sana.

Belakangan, sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikut resigned. Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karena perputaran (turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan. Ia juga bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi?

Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.

Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah atasan langsung mereka.

Si atasan adalah alasan utama karyawan tetap bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan.

Namun dia jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien mereka. Bahkan tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya bekerja.

*”Karyawan meninggalkan manajernya bukan perusahaannya” *, kata para ahli SDM.

Begitu banyak uang yang telah dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal. Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh manajer/pimpinannya , bukan oleh hal lain.

Jika anda mengalami masalah turnover, maka pertama-tama periksalah kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para karyawan tidak betah ?

Pada tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang ia dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan seberapa besar perusahaan menghargai mereka…

Kedua hal ini umumnya tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan yang buruk sering dialami oleh para karyawan yang bekerja dengan baik.

Survey majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan menderita karena berada di bawah manager/atasan yang menyebalkan. Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dan mental para karyawan. Simak saja kisah yang dikutip langsung dari “medan perang” ini.

Mulya seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu sering menghina dengan kata-kata yang kasar. Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun hancur berantakan.

Nasib Ari juga setali tiga uang. Menceritakan “penyiksaan” yang dilakukan oleh bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat yang tidak terlalu penting antara keduanya. Atasan Ari benar-benar menunjukkan rasa tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan. “Bahkan dia tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru,” keluh Ari. “Sangat memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak seorangpun yang membantu saya“. Lantaran tidak tahan lagi, lalu Ari mengundurkan diri.

Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan, tindakan memperlakukan karyawan ditempat umum adalah yang terburuk.

Pada awalnya, si karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain.

Ketika seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan pembalasan “pasif“.

Biasanya dengan cara memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanya melakukan pekerjaan yang disuruh atau menyembunyikan informasi penting. “Jika anda bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran kita tidak menyatu lagi dengan pekerjaan kita,” papar Agus.

Para manajer bisa menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan sebagainya.

Namun para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset tetap, mereka adalah manusia bebas .

Jika ini terus berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau tampaknya cuma karena masalah sepele saja.

Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan yang diterima sebelumnya .

Memang benar, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk kesempatan yang lebih baik atau kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan, ” Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih baik dari kamu!“.

Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biaya atas hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi.

Ada biaya yang harus dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang hengkang, penurunan moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya, dan yang terutama turunnya reputasi perusahaan.

Lagi pula, setiap karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan menjadi “duta” untuk mewartakan hal yang baik maupun yang buruk dari perusahaan itu .

Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk menceritakan kisah pekerjaannya.

Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya” kata Jack Welch mantan orang nomor satu di General Electric.

Umumnya nilai suatu perusahaan terletak “diantara telinga” para karyawannya.

Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati, punya pikiran dan punya rasa malu serta harga diri …..

Baca juga :

Cinta dan Perkawinan

24 April 2009 2 comments

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana
saya bisa menemukannya?
Gurunya menjawab, ” Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah
satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling
menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Plato pun berjalan, dan
tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat
berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak
tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak
kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru
kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak
sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab “Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu
perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah
tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu
pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi,
karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan
membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak
juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya,
setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan
kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa
tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya
ke sini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”

Kejahatan tissue basah

24 April 2009 Leave a comment

(Fwd dari milis sebelah)

guyzzzzzzzzzzzzzz. . gw mo sharing kejadian yg gw alami sendiri kemarin
malam.. semoga ga ada lagi yg jadi korban kejahatan ala TISSUE BASAH yg
hampir menimpa gw. jadi jam 21.30 gw naek bus dr uki ke arah blok m gw naek
p45…yang busnya mirip bus jepang.

naaahh waktu itu bus memang dlm keadaan agak sepi hanya beberapa orang
saja didalamnya termasuk gw. waktu bus sedang ngetem…naek bapak2 dan dia
sempat melihat keadaan sekeliling bus… lalu dia duduk disamping
gw…disitu gw mulai curiga…coz sebenernya masih banyak tempat duduk
kosong..tp yaahh gw no hard feeling lahhh.

awalnya emang ga ada ap2….saat bus mulai jalan dia mengeluarkan tissue
basah merek yg lumayan terkenal…. dia gosok2kan tissue itu ke telapak
tangan n lengannya seolah mengelap keringat. disitu gw mulai mencium bau
agak aneh..apalagi untuk gw yg memang sering make tissue bassah merek
itu…baunya berbeda seperti bau aseton plus spritus bakar..gw mulai mual.
pada saat itu emang posisi gw deket kaca, dan kaca terbuka lebar, lalu dia
berkata”mbak maap kacanya boleh ditutup dikit ya… anginnya kenceng
bgt…lalu dia mentutup kaca itu dan lengannya otomatis �melewati hidung
gw… saat itu bau aseton plus spritusnya makin menyengat hidung gw… dan
gw bener2 pusing mendadak…dia melihat gw mual dan pucat menawarkan tissue
basah yg td gunakan..dan langsung menyodorkan depan hidung gw dlm posisi
stengah terbuka….. dan baunya langsung bikin mata gw kunang2.

saat itu Tuhan masih baik sama gw..seolah otak gw sedikit disadarkan untuk
segera turun dr bis itu.. saat itu dia berusaha mencegah…dengan berpura2
baik. “mbak gpp.. kok pucat??” langsung gw tepis tangannya, gw �langsung
berlari ke pintu keluar dan gw turun persis di depan patung pancoran…saat
gw turun, gw bnr2 mual dan ga ngeliat tangga �untung ditolong sm kondektur
srta beberapa pengamen disitu.. saat itu gw dah pasrah krena gw dikrubutin
pengamen2 yg khawatir sm gw.. bahkan salah satu dr mereka berpostur
preman….tapiii dont judge a book from the cover.. gw malah ditolong sm
mereka.. gw dikasih minyak angin sampe gw bener2 muntah dan diberi air
putih…saat gw �mulai teng gw cerita sm mereka. dan mereka bilang itu
memang kerap terjadi di bus p45 jurusan cililitan-blokm biasanya incaran
mereka wanita yg duduk sendiri �di dekat jendela. sudah banyak yg jadi
korban prampokan ala tissue basah….dan memang benar dugaan gw… tissue
basah itu
dicampur sama aseton dan alkohol 85%…drsitu gw baru dicariin taksi
bluebird.. dan para pengamen itu bahkan sempat mencatat no taksi dan nama si
pengemudi untuk memastikan gw aman….gw sempet mo ngasih duit buat
mereka…. tp mereka nolak… mereka cuma kasian sm gw.. dan ikhlas bantu
gw.

jakarta oh jakartaaaaaa. … kita bener2 ga bisa nebak org berdasarkan
fisik….org yg keliatannya bejat malah mereka yg baik sama kita… so be
carefull girls.. itu bener2 kejadian…. gw ngalamin sendiri..selesai