Archive

Posts Tagged ‘Biografi’

BIOGRAFI MBAH SURIP

5 August 2009 6 comments
Nama Lengkap : Urip Ariyanto
Nama Beken : Mbah Surip
Tempat Lahir : Mojokerto, Jawa Timur
Tanggal Lahir : 5 Mei 1949
Gelar Pendidikan : STM Brawijaya Mojokerto, Drs, Chemical Engineer from Universitas Sunan Giri, Surabaya east java, and MBA
Resep sehat : Jangan makan yang nggak kamu sukai dan bergaulah dengan orang yang kamu sukai.
Pekerjaan lama : Engineer di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain2
Makanan Favorit : Perkedel kentang
Minuman Favorit : Kopi hitam
Aliran Musik : Reggae
Album : Ijo Royo-royo (1997), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003), dan barang Baru (2004).
Art Community : Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki
Jargon : I Love You Full

Awal Kehidupan Mbah Surip

Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur. Dilahirkan dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini Mbah Surip berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Menurut pengakuannya Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, Mbah Surip memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA.

Selain sebagai penyanyi, Mbah SUrip pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania dan California.

Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.

Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.

Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya :

  1. Ijo Royo-royo (1997),
  2. Indonesia I (1998),
  3. Reformasi (1998),
  4. Tak Gendong (2003),
  5. Barang Baru (2004).

Namun ternyata lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip masihbekerja di Amerika Serikat. Menurutnya Filosofi dari lagu ini yaitu Belajar salah itu, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah.

Mbah Surip tampil juga lewat video klip “Witing Trisno” karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani “Gitar Kopong” nya, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi “ngalor-ngidul” dengan gaya-nya yang khas, kocak, gila, dan bebas ekspresi.

Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran “Manusia Indonesia Sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut. Bahkan terkadang Mbah Surip bingung untuk pulang karena kehabisan ongkos. Hasilnya Mbah Surip mengejawantahkan kesusahannya dalam sebuah lagu “minta ongkos pulang”. Dalam lagu tersebut Mbah Surip bercerita tentang pacarnya, meskipun kita ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran.

I LOVE YOU FULL….. MBAH SURIP

sumber : kaskus

Baca juga : mbah Surip mengingal dunia

Kekayaan Capres – Cawapres

Seluruh pasangan capres 2009 diharapkan dapat mengumumkan langsung harta kekayaannya pada publik. Pengumuman harta kekayaan tersebut difasilitasi KPK pada 25 Mei 2009.

Pelaporan kekayaan tersebut diamanatkan UU No 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wapres, pasal 5 huruf F. Dinyatakan, salah satu persyaratan capres dan Wapres adalah telah melaporkan kekayaan kepada instansi yang berwenang memeriksa laporan kekayaan penyelenggara negara.

Pasal 14 ayat 1 huruf d menyatakan pendaftaran bakal pasangan calon dilengkapi dengan persyaratan. Salah satunya surat tanda terima atau bukti penyampaian pelaporan harta kekayaan pribadi kepada KPK.

Kekayaan capres/cawapres yang telah diketahui per 2009 adalah JK Rp 300 miliar dan Prabowo Rp 1,7 triliun.

Laporan terakhir jumlah kekayaan calon presiden dan wakilnya:

Prabowo Subianto (14 September 2003)
Rp 10,153 miliar

Megawati Soekarnoputri (9 Desember 2004)
Rp 86,264 miliar

Boediono (31 Mei 2008)
Rp 18,66 miliar dan US$ 10 ribu

Susilo Bambang Yudhoyono (2 Juli 2007)
Rp 7,83 miliar dan US$ 44.887

Jusuf Kalla (31 Mei 2007)
Rp 253,99 miliar dan US$ 14.900

Wiranto (18 Mei 2004)
Rp 46,21 miliar

Baca Juga : SBY, Boediono, Jusuf Kalla, Wiranto, Megawati, Prabowo

Boediono

18 May 2009 Comments off

boedionoNama : Dr Boediono

Lahir : Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943

Agama : Islam

Isteri : Herawati

Anak : 2 orang (Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan)

Alamat : Jalan Mampang Prapatan XX No.26, Jakarta Selatan

Pendidikan :

  • S1 : Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia (1967)
  • S2 : Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972)
  • S3 : Doktor Ekonomi Bisnis Wharton School University of Pennsylvania, Amerika Serikat (1979)

Pekerjaan :

  • Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada
  • Direktur III Bank Indonesia Urusan Pengawasan BPR (1996-1997)
  • Direktur I Bank Indonesia Urusan Operasi dan Pengendalian Moneter (1997-1998)
  • Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
  • Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
  • Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie pada Reshuffle I Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)

Dr. Boediono adalah seorang Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Kabinet Indonesia Bersatu, serta Gubernur Bank Indonesia terpilih. Ia adalah Menteri Keuangan Indonesia dalam Kabinet Gotong Royong (2001–2004). Sebelumnya pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Boediono adalah Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Bank Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto. Saat ini ia mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Ia memperoleh gelar S1 (Bachelor of Economics (Hons.)) dari Universitas Western Australia pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, gelar Master of Economics diperoleh dari Universitas Monash. Kemudian pada tahun 1979, ia mendapatkan gelar S3 (Ph.D) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania.

Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong, ia berhasil memperbaiki keuangan pemerintah dengan sangat baik sehingga mampu membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional. Oleh BusinessWeek, ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam kabinet tersebut. Ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden, banyak orang yang mengira bahwa Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya, namun posisinya ternyata ditempati Jusuf Anwar. Menurut laporan, Boediono sebenarnya telah diminta oleh Presiden Yudhoyono untuk bertahan, namun ia sendiri hendak beristirahat dan kembali mengajar. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, Boediono diangkat menggantikan Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Indikasi Boediono akan menggantikan Aburizal Bakrie direspon positif oleh pasar sejak hari sebelumnya dengan menguatnya IHSG serta mata uang rupiah.

Pada tanggal 9 April 2008, DPR mengesahkan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanudin Abdullah.

Baca juga : Wiranto, Jusuf Kalla, SBY, Megawati, Prabowo

sumber : kepustakaan-presiden, ghabo.com

Megawati Soekarnoputri

30 April 2009 Comments off

megawati_soekarnoputriNama :
Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap :
Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir :
Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama :
Islam
Suami :
Taufik Kiemas
Anak:
3 orang, (2 putra, 1 putri)

Karir :
:: Presiden Ke-5 RI (2001 – 2004)
:: Wakil Presiden RI (1999- 2001)
:: Anggota DPR/MPR RI (1999)
:: Anggota DPR/MPR RI (1987-1992)
Organisasi :
:: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000-2005 dan 2005-2009

Alamat Rumah:
:: Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat
:: Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Sebelum diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-5, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati.

Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama.

Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak-kanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.

Wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Sementara, ia pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).

Pada tahun 1987 beliau terjun kedunia politik, kendati lahir dari keluarga politisi jempolan, Megawati tidak terbilang piawai dalam dunia politik. Bahkan, Megawati sempat dipandang sebelah mata oleh teman dan lawan politiknya. Saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkannya sebagai salah seorang calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, untuk mendongkrak suara.

Masuknya Megawati ke kancah politik, berarti beliau telah mengingkari kesepakatan keluarganya untuk tidak terjun ke dunia politik. Trauma politik keluarga itu ditabraknya. Megawati tampil menjadi primadona dalam kampanye PDI, walau tergolong tidak banyak bicara, ternyata memang berhasil. Suara untuk PDI naik. Dan beliau pun terpilih menjadi anggota DPR/MPR. Pada tahun itu pula Megawati terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta Pusat.


Baca juga : Wiranto, Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Parliament Threshold, Caleg Stress


sumber :

http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/biography/idx.asp?presiden=megawati

http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/megawati/biografi/index.shtml

Jusuf Kalla

30 April 2009 Comments off

jusuf_kallaNama Lengakap : Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla

Nama populer : Jusuf Kalla atau JK

Tempat/Tanggal Lahir :  Watampone, Bone, Sulawesi Selatan / 15 Mei 1942

Agama : Islam

Partai Politik : Golkar

Nama Istri : Hj. Mufidah Jusuf

Alamat Rumah : Jl. Brawijaya Raya No. 6 Jakarta Selatan

Jusuf Kalla adalah anak ke-2 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athirah, pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarga Kalla tersebut meliputi beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Tahun 1968, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.

Pengalaman organisasi kemahasiswaan Jusuf Kalla antara lain adalah Ketua HMI Cabang Makassar tahun 1965-1966, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969. Sebelum terjun ke politik, Jusuf Kalla pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan. Hingga kini, ia pun masih menjabat Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) di alamamaternya Universitas Hasanuddin, setelah terpilih kembali pada musyawarah September 2006.

Jusuf Kalla menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Abdurrahman Wahid (Presiden RI yang ke-4), tetapi diberhentikan dengan tuduhan terlibat KKN. Jusuf Kalla kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri (Presiden RI yang ke-5). Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai menteri karena maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan kemenangan yang diraih oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI yang ke-6, secara otomatis Jusuf Kalla juga berhasil meraih jabatan sebagai Wakil Presiden RI yang ke-10. Bersama-sama dengan Susilo Bambang Yudhoyono, keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat.

Ia menjabat sebagai ketua umum Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004. Pada 10 Januari 2007, ia melantik 185 pengurus Badan Penelitian dan Pengembangan Kekaryaan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golongan Karya di Slipi, Jakarta Barat, yang mayoritas anggotanya adalah cendekiawan, pejabat publik, pegawai negeri sipil, pensiunan jenderal, dan pengamat politik yang kebanyakan bergelar master, doktor, dan profesor.

H.M. Jusuf Kalla menikah dengan Hj. Mufidah Jusuf, dan dikaruniai seorang putra dan empat putri, serta sembilan orang cucu.

Baca Juga : Wiranto, Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, MegawatiJK-Wiranto, Daftar Partai lolos Parliament Threshold

sumber : Wikipedia

Wiranto

27 April 2009 Comments off

wirantoNama : Wiranto

Lahir : Yogyakarta, 4 April 1947

Agama : Islam

Isteri : Hj. Rugaiya Usman, SH

Ayah : R.S. Wirowijoto

Ibu : Suwarsijah

Pendidikan :

  • Akademi Akademi Militer Nasional, lulus 1968
  • Sussar Para 1968
  • Sussarcab Infantri 1969
  • Susjur Dasar Perwira Intelijen 1972
  • Suslapa Infantri 1976
  • Suspa Binsatlat 1977
  • Sekolah Staf dan Komando TNI AD 1984
  • Lemhanas 1995 (Peserta Terbaik)

Pangkat Militer :

  • Letnan Dua 1968
  • Letnan Satu 1971
  • Kapten 1973
  • Mayor 1979
  • Letkol 1982
  • Kolonel 1989
  • Brigjen TNI 1993
  • Mayjen TNI 1994
  • Letjen TNI 1996
  • Jenderal TNI 1997

Karir Militer :

  • Korps Kecabangan Infantri 1968
  • Komandan Peleton Yonif 713 Gorontalo, Sulawesi Selatan
  • Komandan Yonif 712 1982
  • Karo Tiknik Dirbang 1983
  • Kadep Milnik Pusif 1984
  • Kepala Staf Brigade Infanteri IX, Jawa Timur 1985
  • Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Kostrad, Jakarta 1987
  • Asisten Operasi Divisi II Kostrad, Jawa Timur
  • Ajudan Presiden 1989-1993
  • Kasdam Jaya 1993-1994
  • Pangdam Jaya 1994-1996
  • Panglima Kostrad 1996-1997
  • Kepala Staf Angkatan Darat 1997-1998
  • Panglima ABRI 1998-1999

Karir Menteri :

  • Menhankam/Pangab 1998 (Kabinet Pembangunan VII)
  • Menhamkan/Pangab/Panglima TNI 1998-1999 (Kabinet Reformasi Pembangunan-Habibie)
  • Menko Polkam, 1999-2000 (Kabinet Persatuan Nasional-Gus Dur)

Organisasi Olahraga :

  • Ketua Umum Federasi Karatedo Indonesia (FORKI)
  • Ketua Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI)

BIOGRAFI

Dia anak keenam dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Wirowiyoto, seorang kepala sekolah rakyat (SR). Tak seperti kelahiran bayi lelaki umumnya, yang diberi nama oleh sang ayah. Wiranto memperoleh nama dari sang ibu. Dalam bahasa Jawa namanya berasal dari dua suku kata: wira dan anto, yang berarti anak yang berani.

Sejak kecil kehidupannya tak bisa dibilang mewah. Dia harus berbagi rata dengan saudara-saudaranya, baik untuk urusan jajan maupun penganan. Dia dan saudaranya memiliki tugas masing-masing membantu orangtuanya. Setiap tanggal 4 April, dia tak pernah mengecap meriah ulang tahun dengan hadiah dan roti yang lezat atau tumpukan kado.

Untuk mencukupi uang jajan dan sekolahnya dia harus berjualan koran. Hasilnya, selain untuk membayar uang sekolah, dia pakai membeli singkong untuk makan. Sejak kecil ia terbiasa bangun subuh untuk membantu keluarganya.

Tempaan keras sejak kecil, membentuk kepribadiannya untuk selalu menjadi yang terbaik. Keluarganya yang pas-pasan dengan jumlah anak yang banyak, membuatnya menahan diri, serta membantu dan memahami situasi keluarga.

Dia harus dapat mengatur dan membantu diri sendiri karena keluarga harus membagi perhatian kepada banyak orang. Pembiasaan untuk mandiri, menahan diri, sigap, disiplin, dan pandai membaca situasi yang ditanamkan oleh bapak-ibunya bertahan hingga kini.

Wiranto pernah menjadi ajudan presiden Soeharto pada tahun 1987-1991. Setelah sebagai ajudan presiden, karir militer Wiranto meningkat ketika menjabat sebagai Kasdam Jaya, Pangdam Jaya, Pangkostrad, dan KSAD. Selepas KSAD, ia diangkat oleh presiden Soeharto menjadi Pangab (sekarang menjadi Panglima TNI) pada tahun 1998. Pada masa itu terjadi pergantian kepemimpinan nasional dan ia tetap dipertahankan sebagai Pangab di era Presiden B.J. Habibie.

Setelah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) manjabat sebagai presiden keempat Indonesia. Ia dipercaya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, meskipun kemudian dinonaktifkan dan mengundurkan diri. Setelah memenangi Konvensi Partai Golongan Karya (Golkar), Wiranto mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2004 bersama pasangan kandidat wakil presiden Salahuddin Wahid.

Pada tanggal 21 Desember 2006, ia mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura) dan menjadi ketua umum partai.

Baca juga : Prabowo Subianto, SBY, Megawati, JK-Wiranto, Parliament Threshold, Jusuf Kalla, JK-Wiranto

sumber :

http://www.ghabo.com/gpedia/index.php/Wiranto

http://www.isai.or.id/?q=bagian+kedua-wiranto+dan+solahuddin+wahid

Prabowo Subianto

27 April 2009 Comments off
prabowo_subianto
Nama: Prabowo Subianto
Lahir: Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama: Islam
Partai : GERINDRA
Pendidikan:
  • SMA: American School In London, U.K. (1969)
  • Akabri Darat Magelang (1970-1974)
  • Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Kursus/Pelatihan:

  • Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
  • Kursus Para Komando (1975)
  • Jump Master (1977)
  • Kursus Perwira Penyelidik (1977)
  • Free Fall (1981)
  • Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
  • Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)

Jabatan:

  • Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
  • Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
  • Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Jabatan Sekarang:

  • Ketua Umum HKTI periode 2004-2009
  • Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
  • Presiden Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
  • Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
  • Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia

Baca Juga : Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Megawati, Daftar Partai lolos Parliament Threshold

sumber : http://gerindra-forum.or.id/prabowo/biografi-prabowo/