Archive

Posts Tagged ‘Kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen’

10 Pertimbangan untuk Hukum Mati Antasari

21 January 2010 Leave a comment

Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membuatkan tuntutan setebal 600 halaman yang dibacakan pada persidangan penuntutan Antasari pada tanggal 19/01/2010, selasa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel.

Dalam tuntutan setebal 600 halaman tersebut, JPU mengajukan 10 pertimbangan kepada majelis hakim, untuk menuntut Hukuman Mati bagi Antasari.

Berikut adalah 10 Pertimbangan JPU tersebut :

  1. Terdakwa sangat mempersulit persidangan.
  2. Terdakwa membuat gaduh.
  3. Terdakwa melakukan perbuatan secara bersama-sama, terorganisir untuk membunuh korban Nasrudin Zulkarnaen.
  4. Terdakwa telah berusaha menggiring bahwa perbuatannya adalah rekayasa untuk mempengaruhi publik supaya citra penegak hukum rusak.
  5. Terdakwa telah bersama-sama oknum menengah Polri dan pengusaha pers melakukan perbuatan pidana.
  6. Perbuatan terdakwa telah merusak citra dan mempermalukan penegak hukum.
  7. Terdakwa tidak memberikan contoh yang baik.
  8. Korban adalah pejabat BUMN.
  9. Terdakwa telah menghilangkan kebahagiaan keluarga istri dan anak-anak korban.
  10. Terdakwa telah mengakibatkan penderitaan lahir batin keluarga, istri dan anak-anak korban.

Tim JPU yang diketuai Cirus Sinaga meminta majelis yang dipimpin majelis Herri Swantoro menjatuhkan vonis bersalah kepada Antasari dan mengganjarnya dengan hukuman mati karena telah telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai orang turut melakukan pembujukan kepada orang lain melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dalam dakwaan melanggar pasal 55 ayat 1 ke 2 juntho 340 KUHP.

Baca juga :

  1. Wiliardi unkap kasus PRB
  2. Kasus pembunuhan direktur PRB
  3. Kronologis Pembunuhan Nasrudin direktur PRB
  4. Antasari tersangka pembunuh direktur PRB
  5. Profil 3 tersangka kasus Nasrudin
  6. Profil Eksekutor Nasrudin

Wiliardi ungkap kasus PRB

10 November 2009 2 comments

Babak baru untuk kasus antasari mulai diungkap, seperti yang saya kutip dari detikcom, mengenai pengakuan dan kronologis dari Wiliardi Wizar salah satu tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB).

Terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Williardi Wizar membuat pengakuan mengejutkan dalam sidang dengan terdakwa Antasari Azhar. Williardi menyeret Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan yang menekannya dalam proses pemeriksaan.

Kronologis yang diungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta, Selasa (10/11/2009) :

  1. Jam 10.00 WIB pagi saya didatangi oleh Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko. Dia katakan sudah kamu ngomong saja, kamu dijamin oleh pimpinan Polri tidak ditahan, hanya dikenakan disiplin saja,” kata Wiliardi.
  2. Pada pagi dini harinya sekitar pukul 00.30 WIB, dia dibangunkan oleh penyidik kepolisian. Di ruang pemeriksaan, ada istri dan adik iparnya, serta Dirkrimum saat itu Kombes Pol M Iriawan. “Dirkrimun bilang ke istri saya, kamu bilang saja ke suami kamu, semuanya akan dibantu. Jam setengah satu saya diperiksa, dan disuruh buat keterangan agar bisa menjerat Antasari. Jaminannya saya bisa pulang. Ini saya ngomong benar, demi Allah,” terangnya Wiliardi. Bahkan Wiliardi meminta majelis hakim untuk menelepon M Iriawan. “Saya juga mengirim SMS, menagih janjinya. Katanya saya tidak akan ditahan dan saya juga meminta agar segera diklarifikasi, kalau saya juga tidak sebejat seperti yang diberitakan sebagai orang yang mencari eksekutor. Tapi hari itu juga saya mau ditahan,” terangnya.
  3. 2 hari kemudian karena kecewa tidak ditanggapi, Wiliardi memberanikan diri mencabut BAP. “Sempat ada penyidik yang bilang ke saya, kalau tidak diganti tidak akan bisa menjerat Antasari,” imbuhnya. Dia mengaku, bila memang ada pertemuan di rumah Sigit, antara dirinya dan Antasari, kemudian ada perintah untuk membunuh, dia mengaku siap dihukum seberat-beratnya. “Jadi itu tidak benar. Silakan cek di CCTV, amplop yang diterima saya, itu diberikan Sigid bukan Antasari,” imbuhnya.
  4. Wiliardi juga mengaku, pernah suatu waktu dia dijemput oleh Brigjen Pol Iriawan Dahlan, saat itu dia diajak minum kopi di ruangan Hadiatmoko. “Saya ditanya kenal Edo, Antasari, Sigit dan apa pernah menyerahkan Rp 500 juta. Saya memang menyerahkan ke orang untuk menyelidiki suatu kasus di Citos. Tapi saya tidak tahu kemudian dipakai membunuh,” imbuhnya.
  5. Kemudian, setelah itu Hadiatmoko menahannya atas tuduhan pembunuhan. “Kok saya bingung cuma antar uang ditahan? Sejak itu saya ditahan. Pak Hadiatmoko bilang ini perintah pimpinan, dan saya diminta mengikuti saja penyidikan biar perkara cepat P21.  Bagaimanapun pimpinan saya Kapolri, sehinga saya tertarik. Saya, keluarga, istri dan ortu diimingi kebebasan saya,” tutupnya.

sumber : detikcom

Baca juga :

  1. Kasus pembunuhan direktur PRB
  2. Kronologis Pembunuhan Nasrudin direktur PRB
  3. Antasari tersangka pembunuh direktur PRB
  4. Profil 3 tersangka kasus Nasrudin
  5. Profil Eksekutor Nasrudin

Profil Eksekutor Nasrudin

1. DANIEL DAEN
usia : 26 tahun
Pekerjaan : SATPAM
Peran : Penembak

2. HERI SANTOSA alias BAGOL
Usia : 34 Tahun
Perkerjaan : Pengangguran
Peran : Pengendara Motor

3. FRANSISKUS TODAN K alias AMSI
Usia : 38 Tahun
Pekerjaan : SATPAM
Peran : Pembeli senjata api & pengendali lapangan saat survei dan penembakan

4. HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK
Usia : 37 Tahun
Pekerjaan : SATPAM
Peran : Pemberi Order kepada tersangka Fansiskus

5. EDUARDUS alias EDO
Usia : 30 Tahun
Pekerjaan : Swasta
Peran : Penerima Order pembunuhan dari tersangka Wiliardi Wizar

6. JERRY HERMAWAN
Usia : 52 Tahun
Pekerjaan : Swasta
Peran : Penghubung tersangka Edo kepada tersangka Wiliardi Wizar

Baca juga :

Kasus pembunuhan Direktur PRB, Kronologis pembunuhan Direktur PRB, Antasari tersangka pembunuh Direktur PRB, Profil 3 tersangka pembunuh Nasrudin

sumber : TvOne

Profil 3 Tersangka Kasus Nasrudin

1. Antasari Azhar

Tempat/Tanggal Lahir : Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung/18 Maret 1953
Jenis Kelamin : Laki-laki
Jabatan terakhir : Ketua KPK(non-aktif) 2007-2011
Karir :
* BPHN Departemen Kehakiman (1981-1985)
* Jaksa Fungsional di kejaksaan negeri jakarta pusat (1985-1989)
* Jaksa Fungsional di kejaksaan negeri tanjung pinang (1989-1992)
* Kasi Penyidikan Korupsi kejaksaan tinggi Lampung (1992-1994)
* Kasi Pidana Khusus kejaksaan negeri jakarta barat (1994-1996)
* Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997-1999)
* Kasubdit upaya hukum pidana khusus Kejaksaan Agung(1999)
* Kasubdit Penyidikan Pidana khusus Kejaksaan Agung(1999-2000)
* Kepala bidang hubungan media massa Kejaksaan Agung (2000)
* Kepala kejaksaan negeri Jakarta Selatan (2000-2007)
* Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (2007-2009) (temporer)
Walau sejumlah kalangan meragukan kempuannya, keraguan tsb dijawab dengan pengungkapan sejumlah kasus korupsi besar yang melibakan sejumlah pejabat pemerintah dan anggota Dewan, antara lain :
– Kasus aliran dana Bank Indonesia ke DPR
– Kaus suap penyelidikan BLBI yang melibakan jaksa Urip Tri Gunawan
– Dugaan suap proyek pelabuhan di Indonesia bagian timur

2. Sigid Haryo Wibisono

Jabatan terakhir : Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kelahiran Solo berlatar belakang keluarga militer,
Pengusaha di bidang perdagangan dan industri, termasuk harian Merdeka,
Alumnus Lemhannas tahun 2003,
Mengawali kariernya di Jakarta sebagai Asisten Pribadi Menteri Kehakiman pada tahun 1998. Menjabat sebagi penasihan dan staf khusus Menteri Sosial tahun 2002-2007

3. Wiliardi Wizar

Jenis Kelamin : Laki-laki
Jabatan terakhir : Komisari Besar, Mantan Kepala Polres Jakarta Selatan
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1984,
Dikenal sebagai polisi yang ahli mengungkap kasus kriminal,
Saat betugas sebagai Kepala Polres Tangerang berhasil membongkar pabrik ekstasi terbesar yang bekapasitas produksi 150.000 butir perhari pada tahun 2002,
Mantan Kepala Bidang Telematika Polda Metropolitan Jaya ini banyak malang melintang sebagai kepala polres di sejumlah tempat, seperti Kupang, tangerang dan Jakarta Selatan (2005-2007)

Baca Juga : 

Kasus pembunuhan Direktur PRB, Kronologis pembunuhan Direktur PRB, Antasari tersangka pembunuh Direktur PRB

Sumber : Koran Kompas

Antasari menjadi tersangka pembunuhan Direktur PRB

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Antasari Azhar dan Komisaris Utama Harian Merdeka, Sigid Haryo Wibisono. Telah ditetapkan menjadi otak tersangka kasus dugaan pembunuhan Direktur BUMN Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen. Keduannya dikenai pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP, yang berbunyi : ‘Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa oranng lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun’.

Antasari datang bersama para pengacaranya (Juniver Girsang, Mohammad Assegaf dan Denny Kailimang) ke markas polda metro jaya sekitar pukul 10.00 wib (04/05) dan diperiksa diruangan direktorat reserse kriminal umum hingga pukul 16.00 wib (04/05). Seusai pemeriksaan tersebut status Antasari di ubah dari saksi menjadi tersangka dan dibawa ke ruang tahanan Direktorat Narkoba polda metro jaya.

Sampai saat ini sudah ada 9 orang yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut, yaitu : Dan, Her, Hen, Fran, AN, EB, Sigid Haryo, Kombes WW (mantan Kapolres di Jakarta) dan Antasari Azhar.

untuk mengeksekusi Nasrudin. Konon, seorang perwira menengah di Mabes Polri yang juga mantan Kapolres di Jakarta berinisial WW yang menyiapkan para eksekutor dengan harga order Rp 2 miliar. Sebagai down payment, eksekutor dibayar Rp 250 juta, dan akan dilunasi begitu target dibereskan.

Penangkapan salah seorang eksekutor di Tanjung Priok, Jakarta, dan belum lunasnya pembayaran oleh WW, membuat persekutuan jahat ini akhirnya terbongkar.

Baca juga : Kasus pembunuhan Direktur PRB, Kronologis pembunuhan Direktur PRB

sumber : koran kompas, detik.com,wawasandigital.com

Kronologis pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen

4 May 2009 3 comments

Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), salah satu perusahaan BUMN, Nasrudin Zulkarnaen, ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00 wib, Sabtu 14 Maret 2008.

Peristiwa berawal saat Nasrudin selesai bermain golf di Padang Golf Modernland. Ia pun memasuki mobil BMW miliknya bersama sang sopir. Ia berniat ke  kantornya di Jalan Denpasar Raya, Kuningan.

Beberapa meter berjalan, di dekat mall Metropolis Town Square, mobil BMW silver yang ditumpanginya tiba-tiba dipepet dua pria mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio. Keduanya berjaket hitam dan berhelm. Salah seorang pengendara langsung memuntahkan dua peluru ke arah kepala Nasrudin yang duduk di kursi belakang, dan mengenai pelipis bagian kiri menembus kekanan, dan satu lagi menembus kepalanya. setelah melakukan penembakan tsb para pelaku langsung melarikan diri ke arah Metropolis.

Sopir Nasrudin panik dan berteriak minta tolong. Mendengar teriakan tsb, warga sekitar pun lantas berdatangan. Mereka berkerumun di sekeliling mobil. Tak lama kemudian petugas kepolisian mendatangi lokasi, setelah itu Nasrudin pun di bawa ke Rumah Sakit Mayapada Tangerang, terdekat dari lokasi. Kondisi Nasrudin dinyatakan kritis. Rumah sakit itu pun tak mampu menanganinya dan merujuknya ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Dan tepat pada pukul 12.05 WIB, Nasrudin menghembuskan nafas yang terakhir.

Baca juga :
Kasus Pembunuhan Direktur PRB
Antasari tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen
Profil 3 tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen
Profil Eksekutor Nasrudin Zulkarnaen

sumber : metro.vivanews.com, detik.com

Kasus pembunuhan Direktur PRB

Penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, Sabtu, 14 Maret 2009 lalu, masih misteri. Para penembak yang diduga orang-orang terlatih itu hingga kini masih diburu polisi. Berita yang berkembang saat ini para pelaku merupakan pembunuh bayaran.

apakah motif dari pembunuhan tersebut ?

Sebelum menjabat Direktur PT PRB, pria berusia 41 tahun tersebut mulai meniti karier di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan, tahun 1987, setelah itu ia pindah ke BUMN Pembangunan Perumahan. Beberapa tahun kemudian Nasrudin hijrah ke Jakarta dan menjadi salah satu staf di Pegadaian Pusat. Pada 25 Mei sampai dengan 13 Oktober 1999, Nasrudin kemudian menjadi staf khusus Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng. Ketika Tanri lengser, Nasrudin kemudian hijrah ke PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Perusahaan plat merah ini beroperasi di bidang agrobisnis, farmasi dan perkebunan. Tahun 2007 Nasrudin pun dipromosikan menjadi Direktur Pengembangan dan SDM, semasa Meneg BUMN dipegang Sugiharto. Namun entah kenapa, begitu Sugiharto digeser Sofyan Djalil, jabatan itu tidak pernah didudukinya. Padahal, kata Andi Syamsudin, adik kanduing Nasrudin, surat keputusan soal pengangkatan direksi di PT RNI sudah turun. Dalam SK nomor Kep: …../MBU/2007 diterangkan, pengangkatan direksi dalam satu paket. Selain Nasrudin yang diangkat sebagai Direktur Pengembangan dan SDM, juga Bambang Priyono yang diangkat jadi direktur utama, serta Helmi Kamaludin sebagai Direktur Keuangan dan Investasi. Namun begitu Meneg BUMN berpindah tangan ke Sofyan Djalil, hanya Bambang Priyono, Helmi Kamaludin dan dua direksi lainnya yang diangkat. Sementara Nasrudin tidak ikutan diangkat. Ia hanya ditempatkan di staf biasa di PT RNI. Kenyataan ini terang saja membuat Nasrudin gusar. Ia pun mempertanyakan kepada sejumlah pejabat di kantor Kementerian BUMN, namun setahun kemudian protes Nasrudin ditanggapi. Ia kemudian diangkat sebagai direktur di PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), anak perusahaan PT RNI, lima bulan lalu. Kalangan dekat Nasrudin mengatakan, pengangkatan tersebut hanya sebagai kompensasi saja.

Kabarnya, protes yang dilakukan Nasrudin itulah yang membuat kesal sejumlah pimpinan di PT RNI. Apakah hal ini yang membuat Nasrudin ditembak mati?

Ada juga versi yang menyebutkan, penembakan tersebut lantaran Nasrudin ingin membongkar kasus korupsi yang terjadi di PT PRB. Jumlah korupsi yang coba diangkat Direktur PRB ini konon mencapai triliunan rupiah. Sebagai seorang bekas pegawai BPKP, kecurangan-kecurangan di pembukuan sangat mudah diketahui Nasrudin. Dan saat di PRB dia banyak menemukan kejanggalan di laporan keuangan perusahaan. Untuk membuktikan analisanya, Nasrudin kemudian berinisiatif memanggil auditor independen untuk mengecek keuangan PT PRB. Dan hasilnya, banyak kejanggalan yang terlihat di pembukuan. Penyelewengan-penyelewengan tersebut diduga dilakukan terhadap order pembuatan kondom dan alat kontrasepsi lainnya. Produk-produk tersebut merupakan pesanan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) dan Komisi Perlindungan AIDS Departemen Kesehatan. Setiap tahun order yang diterima PT RNI nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Ketika Nasrudin menjabat Direktur PT PRB, aksi penyelewengan dana tersebut mulai terendus. Sejumlah pejabat di PT RNI kabarnya merasa was-was.

Ada juga rumor yang beredar mengatakan pembunuhan ini bermotif Cinta Segitiga antara Nasrudin dengan Antasari Azhar, siapakah wanita tsb ?

Gadis itu bernama Rani Juliani. Gadis berusia 22 tahun itu konon pernah menjadi caddy di Modernland, tempat biasa Nasrudin bermain golf. Gadis berbintang cancer itu tercatat sebagai mahasiswi Manajemen Informatika di STIMIK Raharja, Tangerang. Rani adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara, dari pasangan Haskin Abidin dan Sarnawati yang lahir pada tanggal 01 Juli 1986. Ia kabarkan telah menikah siri dengan Nasrudin pada tahun 2007 lalu.

Mengenai rumor tsb Antasari Azhar membantah bahwa dirinya terlibat asmara dengan Rani Julianti, “Masalah itu tidak benar, hanya rumor yang berkembang ada hubungan dengan wanita lain, dan hal ini perlu diluruskan,” kata Antasari Azhar di Tangerang, Minggu (3/5), yang di ungkapkannya dalam jumpa wartawan di depan rumahnya di jalan Gunung Merbabu Blok A-11 No 13 Kompleks Giriloka II Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) Kota Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Antasari, rumor yang berkembang sekarang berupaya untuk menghilangkan masalah sebenarnya, yakni soal korupsi dengan berupaya untuk menonjolkan persoalan lain termasuk masalah pembunuhan.

Berdasarkan informasi yang saya kutip dari Detik.com, Sudah 7 tersangka PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen,  telah ditahan di rutan Polda Metro Jaya sejak Rabu, 29 April lalu. Saat ini mereka mendekam di ruang tahanan isolasi. Ketujuh tahanan itu berinisial Dan, Her, Hen, Fran, AN, EB, WW. Tersangka lainnya adalah Komisaris Utama Harian Merdeka Sigid Haryo Wibisono. Sigid disebut-sebut menjadi penyandang dana dalam skenario penembakan Nasrudin.

Baca juga :
Kronologis Pembunuhan Nasrudin
Antasari tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen
Profil 3 tersangka pembunuh Nasrudin Zulkarnaen
Profil Eksekutor Nasrudin Zulkarnaen

sumber : Detik.com, Kompas.com, Hermawan.net