Archive

Posts Tagged ‘Kesehatan’

Flu Babi (H1N1) Merajalela Di Sejumlah Negara

16 June 2009 Leave a comment

Berdasarkan data WHO, jumlah kasus flu H1N1 (flu babi) di dunia terus bertambah. Kini sudah 76 negara yang melaporkan kasus flu tipe baru tersebut. Bahkan jumlah kasus global telah mencapai setidaknya 35.928 kasus dan 163 yang meninggal dunia. Dan WHO telah mengumumkan virus flu Babi sebagai pandemi pada level 6

Sejauh ini sudah 17.855 kasus flu H1N1 yang dilaporkan di AS. Menurut badan pemerintah AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), telah terjadi 45 kematian di 15 negara bagian akibat virus flu H1N1.

Setelah AS, negara dengan jumlah kasus flu H1N1 terbanyak kedua di dunia adalah Meksiko. Negeri itu telah melaporkan 6.241 kasus termasuk 108 kematian.

Diikuti kemudian oleh Kanada dengan 2.978 kasus termasuk 4 kematian dan Australia dengan 1.823 kasus.

Sejauh ini sudah ada 822 kasus di Inggris dan pada tanggal 15/06/2009, seorang pasien penderita flu babi meninggal, setelah dilakukan perawatan dirumah sakit.

Di Argentina, seorang bayi berusia 3 bulan meninggal akibat virus flu tipe baru itu.

Kematian bayi tersebut merupakan kematian pertama pasien flu H1N1 di Argentina. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Argentina Graciela Ocana pada konferensi pers di Buenos Aires, seperti dilansir kantor berita Reuters , Selasa (16/6/2009).

Kementerian Kesehatan Argentina menyatakan pada Senin, 15 Juni, ada 89 kasus baru flu H1N1 yang dilaporkan di negeri itu. Ini berarti hingga kini sudah 733 kasus flu H1N1 yang dilaporkan di Argentina. Sedangkan negeri tetangga Chile telah melaporkan 2.335 kasus.

Di Thailand, Kasus flu babi jumlahnya melonjak cepat secara mencengangkan hanya dalam waktu empat hari.

Otoritas kesehatan Thailand melaporkan jumlah kasus flu H1N1 meningkat menjadi 150 kasus pada Minggu, 14 Juni. Padahal sebelumnya pada Rabu, 10 Juni lalu, jumlahnya hanya 16 kasus saja!

Sebanyak 21 penderita baru adalah para pekerja club malam di daerah wisata Kota Pattaya. Mereka semua dinyatakan positif flu babi setelah dua turis Taiwan yang kembali ke negara mereka mengaku terkena penyakit flu babi di Pattaya.

sumber : detikcom

Baca juga :

Awas, Laki-laki Tak Bersunat Berisiko Kanker Penis!

Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.

Baca juga : Deteksi & Pencegahan Flu Babi, Virus H1N1, Level Pandemi WHO

sumber : Kompas.com