Archive

Posts Tagged ‘Bencana’

Gempa 8,8 SR, Chili

27 February 2010 1 comment

Gempa 8,8 SR yang mengguncang Chili sekitar pukul 13.34 WIB dan menewaskan sedikitnya 82 orang. Gempa juga meruntuhkan gedung-gedung dan memicu ancaman tsunami di tepian Pasifik.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (27/2/2010), gempa besar tersebut juga membuat sebagian besar ibukota Chili, Santiago, gelap gulita karena aliran listrik dan komunikasi terputus.

Gempa itu tepatnya berpusat di 90 km Timurlaut Concepcion, Chili dengan kedalaman 55 km. Skala gempa dilaporkan antara 8,3 SR dan 8,5 SR, sebelum kemudian ditegaskan USGS sebesar 8,8 SR.

Akibat gempa tersebut Selandia Baru mengeluarkan peringatan akan adanya gelombang besar melebihi tiga meter. Namun, Kementerian Pertahanan dan Manajemen Darurat Selandia Baru memperbaharui peringatan bahwa gelombang tsunami hanya akan mencapai ketinggian di atas satu meter dan diharapkan tidak membuat kehancuran.

Pusat Manajemen Krisis Nasional di Selandia Baru pun diaktifkan, dengan ramalan gelombang akan pertama kali menghantam bagian timur Kepulauan Chatham, 800 km sebelah timur daratan Selandia Baru pada 7.05 AM waktu setempat (Sabtu 1805 GMT).

Sementara di Hawaii, AS, peringatan tsunami menyatakan gelombang pertama akan menghantam pada pukul 11.19 AM waktu setempat (2119 GMT) dan diikuti serangkaian gelombang. Setiap gelombang akan bertahan lima sampai 15 menit.

Selain itu kemungkinan Indonesia bagian Timur pun akan terkena Tsunami kecil, seperti yang dilansir oleh BMKG berdasarkan peringatan PTWC.

PTWC adalah Pacific Tsunami Warning Center atau Pusat Peringatan Tsunami di kawasan Pasifik. Lokasi PTWC berada di Hawaii. Sujabar menjelaskan, ancaman gelombang tsunami kecil itu berdasarkan hasil observasi dari PTWC di Hawaii.

Tsunami terbesar akibat gempa Chili sendiri hanya mencapai ketinggian 2,3 meter. Dan belum ada laporan korban jiwa akibat tsunami itu.

Berikut adalah daerah di Papua yang akan dilanda tsunami kecil dari Chili:
1. Warsa
2. Manokwari
3. Sorong
4. Bere-bere
5. Pattani
6. Geme

Chili sendiri pernah digoyang gempa paling besar di dunia pada tahun 1960. Saat itu gempa 9,5 SR di selatan Kota Valdivia menewaskan 1.655 orang dan mengakibatkan tsunami di lautan Pasifik, Hawaii, Jepang, hingga Filipina.

sumber : VIVAnews, detikNews

Gempa 7,6 SR mengguncang Padang

1 October 2009 Leave a comment

Bencana tak henti-hentinya menimpa negara ini, sekarang giliran Padang yang diguncang gempa dengan kekuatan 7,6 SR, Rabu 30/09/2009, pada pukul 17.16 wib.

Gempa berlokasi di 0.84 LS-99.65 BT atau 57 km di perairan di barat daya Pariaman, Sumatra Barat, dengan kedalaman 71 km.

Kampung Cina di Kota Padang tercatat sebagai daerah yang paling parah diguncang gempa berkekuatan 7,6 SR. Seluruh bangunan di daerah tersebut rata dengan tanah. Penyebabnya adalah karena Kampung Cina posisinya berada di dekat pusat gempa tersebut.

Sementara itu 80% bangunan di Padang Pariaman roboh. Dan akibat gempa tersebut menyebabkan matinya Aliran listrik ke kota padang.

Pada pukul 17.38 wib (rabu, 30/09/2009) terjadi gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 100 km.

Gempa juga dirasakan di beberapa wilayah lain di Pulau Sumatra seperti Bengkulu, Medan, Pekanbaru, Aceh, Batam, bahkan hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Sekitar pukul 22.00 wib berdasarkan informasi dari Wapres Jusuf Kalla dilaporkan 75 orang meninggal dunia dan berdasarkan informasi dari juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Priyadi Kardono, bahwa yang meninggal dunia telah mencapai 200 orang dan kemungkinan masih akan bertambah. Sejauh ini masih belum ada data lengkap mengenai daftar nama-nama korban, baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka akibat gempa tersebut.

Pagi (01/10/2009) ini rencananya akan diberangkatkan sebanyak 92 orang dari Depkes dan 32 orang dokter dari PMI dari bandara Halim Perdanakusumah. Dan 25 orang tenaga medis juga sudah diberangkatkan dari Medan dan 27 dari Palembang melalui perjalanan darat. Selain tenaga medis, pagi ini Depkes juga akan menerbangkan 2 ton obat yang akan dibawa dengan dua buah pesawat (Hercules).

Gempa yang melanda Padang dengan kekuatan 7, 6 SR tidak berpotensi Tsunami, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, R Sukhyar.

Pada kedalaman 71 km tersebut gempa tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami. Apabila terjadi gempa susulan, biasanya kekuatannya lebih kecil”, ujarnya

Menurut Sukhyar, gempa tersebut terjadi akibat pertemuan atau penunjaman lempeng tektonik Samudera Hindia di bawah lempeng Asia di pantai barat Sumatra.

Informasi terbaru :

  1. Bengkulu-Jambi diguncang gempa dengan kekuatan 7 SR pada pukul 08.52 WIB (Kamis, 01/10/2009). Pusat gempa terletak di 46 km tenggara Sungai Penuh Jambi, 54 km timur laut Mukomuko Bengkulu, 86 km barat daya Bangko Jambi, 101 km barat laut Muara Anam Bengkulu dan 121 km barat data Muarabungo Jambi dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi Tsunami.
  2. Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter (SR) terjadi di 76 kilometer Timur Laut Melonguane Sulawesi Utara (Sulut), Kamis, pukul 08.31 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa itu berada di 4,11 Lintang Utara-127,35 Bujur Timur, dan kedalamannya 20 kilometer. Pusat gempa itu juga berada pada 216 kilometer Timur Laut Tahuna Sulawesi Utara, 370 kilometer Barat Laut Ternate-Maluku Utara, 380 kilometer Timur Laut Bitung-Sulut, dan 403 km Timur Laut Manado-Sulut.

sumber : kompas.com, detikcom

Baca juga :

SP3 Lumpur Lapindo Kebohongan Besar Polda Jatim

10 September 2009 Leave a comment

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai penghentian penyidikan kasus semburan Lumpur Lapindo sebagai gerak mundur penegakan hukum lingkungan. Dengan penghentian tersebut, Walhi menganggap Kepolisian melakukan pembiaran (byomission) dan pembohongan publik.

Argumentasi pihak Kepolisian Jawa Timur yang menyebutkan tidak ada bukti yang cukup dan serta tidak ada keterkaitan antara semburan lumpur dengan aktivitas pengeboran adalah keliru dan jauh dari azas kebenaran,” kata Direktur Eksekutif Walhi, Berry Nahdian Forqan.

Berry mengatakan, para saksi ahli yang diperiksa oleh Polda Jatim seperti Dr Andang Bachtiar, Prof Dr Rudi Rubiandini, dengan keahlian yang dimilikinya, menyatakan secara jelas bahwa penyebab semburan adalah aktivitas pengeboran bukan bencana alam.

Diskusi diantara para ahli di forum American Association of Petroleum Geologists (AAPG) di Cape Town, tanggal 26-29 Oktober 2008 yang juga dihadiri oleh para ahli dari Lapindo Brantas, juga menyatakan bahwa semburan lumpur Lapindo adalah diakibatkan oleh aktifitas pengeboran,” tandas Berry.

Menurut Berry, Walhi mengecam tindakan kepolisian yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus lumpur Lapindo. Karena hal ini juga semakin menunjukkan bahwa Kepolisian gagal menjadi elemen penting dalam proses penegakan hukum lingkungan untuk melindungi hak-hak puluhan ribu korban lapindo.

sungguh malang nasib para korban lapindo tersebut, tanah, rumah, perkebunan mereka telah habis dirampas  dan kini hidup mereka hanya dari belas kasih orang lain, hidup terus terlunta tanpa kejelasan.

Begitu pelikah masalah Lapindo ini ? hingga pemerintahpun tidak sanggup untuk menyelesaikannya.

sumber : detikcom

Gempa Yogyakarta

8 September 2009 Leave a comment

Gempa berkekuatan 6,8 SR yang menggoncang Yogyakarta selama 30 detik, terjadi pada Senin (7/9/2009) pukul 23.12 WIB, berpusat di 263 kilometer Tenggara Wonosari, Yogyakarta. Lokasinya berada di 10.33 LS-110.62 BT dengan kedalaman 35 KM.

Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) memastikan bahwa gempa berkekuatan 6,8 SR yang terjadi di Yogyakarta tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Meski tidak berpotensi tsunami, getarannya tersebut bisa dirasakan di Yogyakarta, Bantul, Gunung Kidul, Wonosari, Cilacap, Karang Kates, Jawa Timur hingga Pangandaran, Jawa barat.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, gempa tersebut sempat terjadi beberapa kali. Namun belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

sumber : detikcom

Baca juga :

Mari bantu korban gempa Tasikmalaya

6 September 2009 Leave a comment

Setelah kejadian gempa yang melanda Tasikmalaya (03/09/2009), muncul bencana-bencana lain, seperti gempa di Papua dan Lampung sebesar 5,6 SR, longsong di wilayah Cianjur, puting beliung di Ds Domas, Serang-Banten.

Namun yang menarik sekaligus memprihatinkan adalah setelah bencana, masyarakat indonesia, datang berbondong-bondong untuk melihat lokasi bencana. ada yang mengajak anak, istri, sahabat, pacar, saudara, bahkan yang lebih memprihatinkan adalah mereka datang ke lokasi bencana seolah-olah bencana tersebut adalah area wisata keluarga.

Mereka semua tidak sadar, betapa bahayanya berada dilokasi bencana, mungkin saja ada bencana susulan yang mungkin tidak bisa diperkirakan datangnya dengan tiba-tiba.

Untuk masalah seperti ini bahkan bisa membuat pihak regu penolong dan tim keamanan menjadi repot sendiri, karena selain harus menyelamatkan korban, mereka juga harus mengamankan masyarakat agar jangan terlalu dekat dengan lokasi bencana, agar menjaga kalau tiba-tiba terjadi bencana susulan, mereka .

Jika kita lihat di televisi, saat reporter mewawancarai para pengunjung, mereka dengan enteng menjawab, “pengen tau aja sih“, ketika ditanya apakah tidak cukup melihat berita televisi aja dirumah, mereka menjawab “kurang puas, klo ga melihat langsung“, yang lebih parah lagi ada yang bilang “mumpung anak-anak lagi liburan, jadi saya ajak saja kesini“. Miris sekali saya mendengarnya…

Coba baca dan lihat berita-berita, betapa menderitanya para korban, selain kerusakan fisik merekapun mengalami kerusakan psikologis akibat bencana tersebut, bahkan paramedispun dibuat sibuk dan hampir tidak bisa menangani semua korban.

Bantuan yang ditunggu tidak kunjung datang, malah penyakit yang mulai berdatangan dan menjangkiti para korban, selain itu juga menjadi tontonan orang-orang yang tidak jelas. Lebih memprihatinkan lagi, bagi mereka yang masih sehat, mereka harus mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mudah-mudahan, rekan-rekan semua yang membaca artikel ini bisa terketuk hatinya dan bisa membantu saudara-saudara kita yang telah menjadi korban dari bencana tersebut. Untuk itu saya mengajak rekan-rekan untuk menyumbangkan sedikit rizkinya untuk saudara-saudara kita disana.

ATAS NAMA BANK REKENING
Palang Merah Indonesia BRI 0390 0100 0030 303
PEDULI KASIH BCA 001-303-8888
PD Muhammadiyah Tasikmalaya Bank Jabar Banten Cabang Syariah Tasikmalaya 0873020017648
Dompet Dhuafa Republika BNI Syariah cabang Fatmawati 009 153 9002
Dompet Dhuafa Republika BCA Pondok Indah 237 300 6343

Untuk informasi lengkap tentang gempa Tasikmalaya anda bisa langsung mengunjungi  situsnya di http://www.tasikmalayakab.go.id/.

Semoga infomasi ini bisa membantu rekan-rekan sekalian.

Baca juga : Gempa di Tasikmalaya, Papua dan Lampung

Gempa di Tasikmalaya, Papua dan Lampung

4 September 2009 Leave a comment

Gempa yang mengguncang Tasikmalaya, kamis, 03/09/2009, 7,3 Skala Richter (SR), telah menelan korban jiwa sebanyak 53 orang, 37 orang hilang, 125 orang luka berat, 503 orang luka ringan dan 5.368 orang warga mengungsi. (update pukul 20.00 wib (03/09/2009)).

Namun gempa 7,3 SR yang berpusat di 142 kilometer barat daya Tasikmalaya tersebut tidak memicu Tsunami, hal ini disebabkan karena kedalaman pusat gempa yang melebihi 30 kilometer, sehingga kemungkinan Tsunami-nya kecil.

Walaupun demikian sempat terjadi tsunami kecil akibat gempa 7,3 SR itu yakni di Pelabuhan Ratu 15 cm, di Pangandaran 20 cm, di Pameungpeuk 1 meter dan 22 kali gempa susulan.

Selain itu gempa Tasikmalaya juga dirasakan sampai ke Jakarta, bahkan mengakibatkan beberapa gedung mengalami keruskan, berikut daftar gedung yang mengalami kerusakan tersebut :

  1. Gedung Veteran, Semanggi, Jakarta. Setidaknya tercatat ada lima titik yang mengalami retak. Gedung Veteran adalah perkantoran setinggi 10 lantai yang merupakan bagian dari Balai Sarbini dan Plaza Semanggi. Keretakan yang cukup perlu perhatian serius adalah di pilar penyangga areal parkir lantai 8A. Keretakan juga terlihat di areal perkantoran lantai 7. Lantai keramik di ruang mesin yang terletak di lantai sama, juga nampak terbongkar. Sedangkan di bagian lobi, kacanya terlihat retak cukup panjang.
  2. Gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, ada tembok di tangga yang retak. Ada juga kaca yang pecah.
  3. The East Building lantai 16, Jl Lingkar Mega Kuningan. Dinding retak dari atas ke bawah sekitar 1,5 meter. Dan wall paper terkoyak robek .
  4. Lantai 7 Graha Kencana, Jl Raya Perjuangan, Jakarta Barat.  Keramik/granit dinding di WC Pria ada yang geser alias maju beberapa mili ke depan.
  5. Ada kantor di belakang Graha Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Dua ubin di lantai satu retak.
  6. Plafon atap Kantor Departemen Kelautan dan Perikanan yang ada di atas tangga darurat lantai 2 dan lantai 5 ambrol dan dinding-dinding retak.
  7. Gedung Cyber Mampang: jalur tangga darurat hampir setiap lantai retak.
  8. Gedung Citylofts Sudirman banyak terdapat keretakan pada dinding dan lantai khususnya lantai 7 – 15.
  9. 1 Segmen kaca ukuran 25 x 100 cm pecah di gedung BPPT 1 lantai 19.
  10. Apartemen Mediterania Garden Residences I (Grogol – Petamburan, Jl. Tj. Duren Raya Kav. 5 – 9) ada beberapa titik keretakan.
  11. Gedung Graha Kirana di Jl. Yos Sudarso Kav. 88 , Sunter, Jakarta Utara, juga mengalami keretakan di beberapa dinding gedung.
  12. Keretakan di kompleks perkantoran Roxy Mas di bagian tembok atas bagian luar sebelah selatan gedung.
  13. Gedung Sonatopas: Ketika terjadi gempa saya bersama rekan saya turun lewat tangga darurat, tembok-tembok di setiap lantai retak dan kerikil retakan tembok berjatuhan hampir di setiap lantai di gedung yg mempunyai 21 lantai itu.
  14. Retak di sambungan balok & kolom terlihat di tangga darurat lantai 6, 7 & 8 Gedung Artha Graha, SCBD Sudirman.
  15. Apartemen Palazzo di Kemayoran mengalami retak-retak seperti di lantai 19 terjadi keretakan di koridor dan di frame pintu. Ada juga keretakan di bagian dapur dan dekat pintu utama.
  16. Apartemen Hamptons Park, Tarogong, Pondok Indah, retakan di dinding unit apartemen juga di lobby, khususnya tower A dan B.

Setelah terjadi gempa di Tasikmalaya, Papua Barat pun dilanda gempa dengan kekuatan 5,6 SR pada hari kamis, 03/09/2009, pukul 23.58 WIB.

Dikatakan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rasidi, gempa di Tasimalaya terjadi akibat tumbukan lempeng Eurasia dan Indoaustralia. Lempeng Eurasia bergerak ke selatan, sedangkan Indoaustralia bergerak ke utara.

Kalau di Papua itu tumbukan antara lampeng Pasifik dari timur ke barat menumbuk lempeng Indoaustralia,” kata Rasidi.

Menurut Rasidi, gempa yang terjadi di Selat Sunda memang masih berkaitan dengan lempeng Eurasia dan Indoaustralia. Namun, dalam hal ini lempeng Indoaustralia saja yang bergerak.

Energinya bergerak selatan ke arah utara. Tumbukannya kecil,” pungkasnya.

Dan hari ini (04/09/2009) telah terjadi gempa di Lampung dengan kekuatan 5,6 SR di kedalaman 15 km dari dasar laut dan ini merupakan gempa dangkal.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 07.52 WIB dengan titik pusat berada di 95 km arah barat laut Ujung kulon. Gempa dirasakan di Bandar Lampung sekitar II-III MMI.

sumber : detikcom