Archive

Posts Tagged ‘Renungan’

Hukum Pygmalion

18 August 2009 1 comment

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan di senangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

  • Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini
  • Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.
  • Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya”.

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain, sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah, sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu”.

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia.

Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,

  • Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
  • Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
  • Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

  • Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
  • Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
  • Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah”. Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita”.

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik jika kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.

  1. Keluarga menjadi hangat.
  2. Kawan menjadi bisa dipercaya.
  3. Tetangga menjadi akrab.
  4. Pekerjaan menjadi menyenangkan.
  5. Dunia menjadi ramah.
  6. Hidup menjadi indah.

SEPERTI PYGMALION


PERSAHABATAN PETER DAN TINA

10 August 2009 Leave a comment

Peter  dan  Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa   melakukan apapun, hanya memandang  langit sementara  sahabat-sahabat mereka  sedang asik bercanda ria dengan   kekasih mereka masing-masing.

Tina: “Duh  bosen banget.  Aku harap aku juga punya pacar yang bisa   berbagi
waktu denganku.”

Peter:  “Kayaknya cuma  tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma   kita berdua saja yang tidak punya  pasangan  sekarang.” (keduanya mengeluh  dan berdiam beberapa  saat)

Tina: “Kayaknya aku ada ide  bagus  deh. kita adakan permainan yuk?”

Peter:  “Eh? permainan  apaan?”

Tina: “Eng…   gampang sih permainannya. Kamu jadi  pacarku dan aku  jadi pacarmu tapi  hanya untuk 100 hari saja. gimana   menurutmu?”

Peter:  “Baiklah… lagian aku  juga gada rencana  apa-apa untuk beberapa bulan ke   depan.”

Tina: “Kok  kayaknya kamu gak  terlalu niat ya…  semangat dong! hari ini akan jadi  hari  pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana   nih?”

Peter: “Gimana kalo  kita nonton saja?  Kalo gak salah  film The Troy lagi maen deh. katanya   film itu bagus”

Tina: “OK  dech…. Yuk kita  pergi sekarang. tar  pulang nonton kita ke karaoke  ya… ajak aja adik kamu sama  pacarnya biar  seru.”

Peter  : “Boleh juga…”
(mereka  pun pergi  nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina   pulang malam harinya)

Hari ke  2:
Peter dan  Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan   bercanda di kafe, suasana kafe yang  remang-remang dan  alunan musik yang syahdu  membawa hati mereka pada  situasi yang  romantis. Sebelum pulang Peter membeli   sebuah kalung perak berliontin bintang  untuk  Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat  perbelanjaan  untuk mencari kado untuk seorang  sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat   perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur  mobil mini. Setelah  itu mereka beristirahat duduk  di foodcourt, makan satu potong kue dan satu  gelas jus  berdua dan mulai berpegangan  tangan untuk pertama  kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling   dengan teman-teman Peter. Tangan tina  terasa sakit  karena tidak pernah  bermain bowling sebelumnya. Peter   memijit-mijit tangan Tina dengan   lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina  makan malam di  Ancol Bay . Bulan sudah menampakan  diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan  bintang  dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan,  sambil  menikmati suara desir angin berpadu  dengan suara  gelombang bergulung di  pantai. Sekali lagi Tina memandang  langit,  dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan   suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke  41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue  ulang  tahun untuk Peter. Bukan
kue  buatannya yang pertama,  tapi kasih sayang  yang mulai timbul dalam hatinya   membuat kue buatannya itu menjadi yang  terbaik. Peter  terharu menerima kue  itu, dan dia mengucapkan suatu  harapan  saat meniup lilin  ulang tahunnya.

Hari ke  67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik  halilintar, makan  es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter   menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan  Tina membelikan sebuah  pulpen untuk  Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat   meriahnya pameran lampion dari negeri  China.  Tina penasaran untuk  mengunjungi salah satu tenda  peramal. Sang  peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu   bersamanya mulai sekarang”, kemudian  peramal  itu meneteskan air mata.

Hari ke  84:
Peter  mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.   Pantai Anyer sangat sepi karena bukan  waktunya liburan  bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan   sepanjang pantai sambil berpegangan  tangan, merasakan  lembutnya pasir dan  dinginnya air laut menghempas kaki  mereka.  Matahari terbenam, dan mereka berpelukan  seakan  tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke  99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari  ini  dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota  dan akhirnya  duduk di sebuah taman  kota.

15:20 pm
Tina: “Aku haus..   Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter:  “Tunggu disini,  aku beli minuman dulu. Aku  mau teh botol saja. Kamu
mau  minum  apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan  capek  sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar  ya”
Peter  mengangguk. kakinya memang pegal sekali   karena dimana-mana Jakarta selalu   macet.

15:30 pm
Peter  sudah menunggu  selama 10 menit and Tina  belum kembali juga.
Tiba-tiba   seseorang yang tak dikenal berlari  menghampirinya dengan  wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing:   “Ada seorang perempuan ditabrak mobil.  Kayaknya perempuan  itu adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama  dengan  orang asing itu. Disana, di atas aspal yang   panas terjemur terik matahari  siang,tergeletak tubuh  Tina bersimbah  darah, masih memegang botol  minumannya. Peter segera melarikan mobilnya  membawa  Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang  gawat darurat  selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter   keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53  pm
Dokter:  “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan   yang terbaik. Dia masih
bernafas  sekarang tapi Yang  kuasa akan segera  menjemput. Kami menemukan surat ini   dalam kantung bajunya.”
Dokter  memberikan surat yang  terkena percikan  darah kepada Peter dan dia
segera   masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat  Tina. Wajahnya  pucat tetapi terlihat  damai.
Peter duduk disamping   pembaringan tina dan menggenggam tangan  Tina  dengan erat.
Untuk pertama  kali dalam hidupnya Peter  merasakan  torehan luka yang sangat dalam di   hatinya. Butiran air mata mengalir  dari kedua belah  matanya. Kemudian dia  mulai membaca surat yang telah  ditulis  Tina untuknya.

Dear Peter…
ke  100 hari kita sudah hampir  berakhir.
Aku menikmati  hari-hari yang  kulalui bersamamu.
Walaupun   kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa  ditebak,
tapi  semua hal ini telah  membawa kebahagiaan dalam  hidupku.
Aku  sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang   berharga dalam hidupku.
Aku menyesal  tidak pernah  berusaha untuk mengenalmu  lebih dalam  lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa,   hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari  kebersamaan kita. Sama  seperti yang kuucapkan pada bintang  jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau  menjadi  cinta sejati dalam hidupku. Aku  ingin menjadi kekasihmu  selamanya dan  berharap kau juga bisa berada disisiku   seumur hidupku. Peter, aku sangat  sayang  padamu.

23:58 pm
Peter: “Tina, apakah kau  tahu harapan  apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup   lilin ulang tahunku?
Aku  pun berdoa agar Tuhan  mengijinkan kita  bersama-sama selamanya.
Tina, kau   tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita  lalui baru  berjumlah 99
hari!
Kamu  harus bangun dan kita akan  melewati  puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga   sayang padamu, Tina. Jangan  tinggalkan aku, jangan biarkan  aku
kesepian!
Tina, Aku sayang   kamu…!”

Jam dinding  berdentang 12  kali…. jantung Tina  berhenti berdetak.
Hari itu  adalah  hari ke 100…

Katakan  perasaanmu  pada orang yang kau sayangi  sebelum terlambat.
Kau  tidak akan  pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau   tidak akan pernah tahu siapa yang akan  meninggalkanmu dan  tidak akan pernah  kembali lagi.

Baca juga :


TALENTA MANAGERIAL – Good leader is Good listener

26 June 2009 Leave a comment

Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah pemicunya? Atau ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka?

Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli dalam pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia . Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.

Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinya canggih, kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah di daerah segitiga emas, bahkan kantinnya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia dikirim keluar negeri untuk pelatihan. “Proses pembelajaran saya adalah yang tercepat di sini” kata Lesmana “Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir seperti di perusahaan ini“.

Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja di perusahaan itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi dia tidak sanggup lagi bertahan di sana.

Belakangan, sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikut resigned. Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karena perputaran (turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan. Ia juga bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi?

Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.

Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah atasan langsung mereka.

Si atasan adalah alasan utama karyawan tetap bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan.

Namun dia jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien mereka. Bahkan tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya bekerja.

*”Karyawan meninggalkan manajernya bukan perusahaannya” *, kata para ahli SDM.

Begitu banyak uang yang telah dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal. Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh manajer/pimpinannya , bukan oleh hal lain.

Jika anda mengalami masalah turnover, maka pertama-tama periksalah kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para karyawan tidak betah ?

Pada tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang ia dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan seberapa besar perusahaan menghargai mereka…

Kedua hal ini umumnya tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan yang buruk sering dialami oleh para karyawan yang bekerja dengan baik.

Survey majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan menderita karena berada di bawah manager/atasan yang menyebalkan. Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dan mental para karyawan. Simak saja kisah yang dikutip langsung dari “medan perang” ini.

Mulya seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu sering menghina dengan kata-kata yang kasar. Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun hancur berantakan.

Nasib Ari juga setali tiga uang. Menceritakan “penyiksaan” yang dilakukan oleh bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat yang tidak terlalu penting antara keduanya. Atasan Ari benar-benar menunjukkan rasa tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan. “Bahkan dia tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru,” keluh Ari. “Sangat memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak seorangpun yang membantu saya“. Lantaran tidak tahan lagi, lalu Ari mengundurkan diri.

Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan, tindakan memperlakukan karyawan ditempat umum adalah yang terburuk.

Pada awalnya, si karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain.

Ketika seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan pembalasan “pasif“.

Biasanya dengan cara memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanya melakukan pekerjaan yang disuruh atau menyembunyikan informasi penting. “Jika anda bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran kita tidak menyatu lagi dengan pekerjaan kita,” papar Agus.

Para manajer bisa menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan sebagainya.

Namun para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset tetap, mereka adalah manusia bebas .

Jika ini terus berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau tampaknya cuma karena masalah sepele saja.

Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan yang diterima sebelumnya .

Memang benar, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk kesempatan yang lebih baik atau kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan, ” Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih baik dari kamu!“.

Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biaya atas hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi.

Ada biaya yang harus dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang hengkang, penurunan moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya, dan yang terutama turunnya reputasi perusahaan.

Lagi pula, setiap karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan menjadi “duta” untuk mewartakan hal yang baik maupun yang buruk dari perusahaan itu .

Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk menceritakan kisah pekerjaannya.

Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya” kata Jack Welch mantan orang nomor satu di General Electric.

Umumnya nilai suatu perusahaan terletak “diantara telinga” para karyawannya.

Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati, punya pikiran dan punya rasa malu serta harga diri …..

Baca juga :

Ketika kata maaf lambat terucap

17 June 2009 Leave a comment

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya.

Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.” Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka” Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.

Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya. Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu“, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya

Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku cintakamu“, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya.

Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii , New Zealand , dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia akan meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu….” Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.

Pesan moral :

Sobat…
Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu akan terus berputar. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah !

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang pada seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Sobat…
Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “
besok” akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Baca juga :

Sebuah Perhatian

10 June 2009 Leave a comment
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham.Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, “Pa liat“! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.

Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi “Wah,. buku baru ya Jes?

Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
Bacain Jessi dong Pa” pinta Jessica lembut

Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan cepat.

Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius. Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu “pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi“.

Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya

Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu

Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan” Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.

Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka

Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI…!!!” kata Budi membentaknya dengan keras.Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis , matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya.

Iya pa,. lain kali ya pa?“Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.


Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger“.Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya.

Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk…!!!” beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya. Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih “Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama

Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.

Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana.. pun tidak terpenuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, “…papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger” kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan.

Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata.

Jessi dengar papa baca ya“, selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi

Jessi, papa mohon ampun nak, papa sayang Jessi…!!!

Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.

ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?

BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA SEKALI
Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita cintai.

Pesan …
Mungkin bagi bapak/ibu yang sudah punya anak, dan malam ini sudah tidur… tidak ada salahnya pergi kekamar-nya, walaupun dengan tidak mencium kening nya, setidaknya para bapak/ibu berkata dalam hati bahwa anda mencintainya dan berjanji untuk selalu memperhatikannya. Karena ia adalah titipan TUHAN yang sangat sangat berharga…

Sumber : Sentuhan 9 menit Anthony Harton

Kisah ini pernah di Tulis dalam MAJALAH HATI BARU Vol. 3 No. 11, April 2001
Baca juga :

Hati Seorang Ayah

1 June 2009 1 comment

Suatu ketika ada seorang anak perempuan yg bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja ia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut, dengan badanya yang mulai membungkuk, disertai suara batuknya ayng khas.

Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya : “ayah, kenapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kiat membungkuk ???” demikian pertanyaannya ketika ayahnya sedang santai di beranda. Si ayah menjawab ” Karena aku lelaki

Anak perempuan itu berkata sendirian “aku tidak mengerti“, dengan berkerut kening karena jawaban ayahnya membuat hatinya bingung dan tidak mengerti.

Ayah hanya tersenyum, dipeluk dan dibelainya rambut anaknya sambil menepuk bahunya dan berkata “Anakku kamu memang belum mengerti tentang lelaki “. Demikian bisik sang ayah yang membuat anaknya bertambah bingung.

Karena perasaan ingin tahu dan ia mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya “Ibu… mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk ? dan sepertinya ayah mengalami demikian tanpa ada keluhan atau rasa sakit ???

Ibunya menjawab “Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian“.

Hanya itu jawaban si ibu dan anak itupun kemudian tumbuh dan menjadi dewasa, tapi ia tetap masih mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badannya membungkuk??

Hingga suatu malam ia bermimpi, dan di dalam mimpinya ia seolah-olah ia mendengar suara yg lembut dan kata-katanya terdengar dengan jelas, itu ternyata rangkaian jawaban pertanyaannya selama ini yang selalu ia cari.

“Saat kuciptakan lelaki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga tersebut, dan ia senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya senantiasa merasa aman, teduh dan terlindungi.”

“Kuciptakan bahunya yg kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya”.

“Kuberi kemauan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yg berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, walaupun seringkali ia mendapat cercaan dari anak-anaknya”.

“Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya ia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya ia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin, ia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat adalah disaat semua keluarganya menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil jerih payahnya”.

“Kuberikan kesabaran,ketekunan dan dan kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada keluh kesah. walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan seringkali menerpanya”.

“Kuberikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya dan hatinya”.

“Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman disaat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama saudara”.

“Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang,bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya”.

“Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya, istri yang baik adalah istri yang selalu menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istri,agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi dan saling mengasihi”.

“Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup di dalam keluarga bahagia dan badannya yang bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya”.

“Kuberikan kepada lelaki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang hanya dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat”.

Terkejut anak dari tidurnya dan segera ia berlari, berlutut dan berdo’a hingga menjelang subuh,setelah itu ia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBAN MU, AYAH

Pesan Moral :

Bila ayah Anda masih hidup jangan pernah sia-siakan dirinya, buatlah hatinya selalu tersenyum dan gembira.
Namun bila sang ayah telah tiada jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, dan do’akan agar TUHAN selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Baca juga :

Kisah seorang Ibu

19 May 2009 4 comments

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan.
Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya? Melawannya?
Memukulnya? Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?

Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.

Di saat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya..
tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan..
bayangkan ibumu sudah tiada..
apakah kamu cukup membahagiakannya.. ?
apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya… ?

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).

SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi…
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…

Baca juga : Kesuksesan, Bersyukur