Archive

Posts Tagged ‘Virus H1N1 (flu Babi)’

4 Negara Konfirmasi Kasus Flu A/H1N1

Hingga 16 Mei 2009, sedikitnya sudah empat negara lagi diseluruh dunia mengkonfirmasi kasus flu A/H1N1.

Di Asia, kementerian kesehatan India membenarkan kasus pertama flu H1N1 di kota selatan, Hyderabad. Korban dikenali pada pemeriksaan di bandara dan kemudian dikarantina, sampel darahnya membuktikan positif mengidap virus flu tersebut.

Negara Asia lainnya, Jepang sudah melaporkan sekitar 163 kasus dan telah menutup lebih dari 2000 sekolah dan taman kanak-kanak(18/03/09) dengan tujuan untuk mengekang penyebaran virus H1N1 tersebut.

Jumlah penderita flu H1N1 belakangan ini meningkat cepat di kota kobe dan Osaka sejak infeksi domestik pertama diumumkan.

Wabah flu H1N1 di Jepang mempeluas kesempatan bagi WHO untuk meningkatkan tingkat siaga pandemi menjadi level 6, level tertinggi yang menunjukan bahwa transmisi sudah menyebar hingga ke wilayah kedua diluar Amerika.

Di Malaysia, sampai hari ini sudah melaporkan 2 kasus flu H1N1. Satu mahasiswa Malaysia berusia 20 tahun positif menderita flu H1N1 di pulau Pinang, menyusul kawannya sesama mahasiswa yang juga dinyatakan positif kena H1N1 di Hospital Sungai Buloh, Selangor setelah mereka pulang dari New York, Amerika Serikat, dalam satu pesawat(13/05/09)

Kasus pertama H1N1 terjangkit seorang mahasiswa berusia 21 tahun setelah kembali dari New York dengan pesawat MAS MH091.

Kementerian Kesehatan Turki juga mengeluarkan pernyataan, bahwa negar Eropa itu medpati seorang asing yang datang dari Amerika Serikat dalam perjalanan dari Amesterdam ke Irak, membawa virus flu A/H1N1 ke Turki melalui Bandara Istanbul, Ataturk.

Sebelumnya, 15 Mei 2009, Menteri Kesehatan Ekuador Caroline Chang mengkonfirmasi bahwa pelajar berumur 11 tahun di Guayaquil, menjadi kasus pertama flu H1N1 di negara Afrika tersebut.

Informasi terakhir WHO, sudah ada sekitar 7.520 orang di lebih dari 30 Negara telah dinyatakan sakit akibat virus tsb, sebagian besar di Meksiko dan AS. Sekitar 70 orang yang terinfeksi virus ini telah meninggal dunia.

Baca juga :
Level Pandemi Virus
Virus H1N1, Proses dan gejala Flu H1N1
Deteksi dan pencegaah virus H1N1
Tangkal Penyebaran virus dengan plasma

sumber : TvOne

Tangkal Penyebaran virus dengan Plasma

Belakangan ini dunia tengah diresahkan oleh penyebaran virus-virus flu, Mulai dari virus H5N1(flu burung) hingga H1N1 (Influenza tipe A) atau orang bilang Flu Babi. Indonesia sendiri sejak beberapa tahun ini masih bekutat dengan penyebaran flu burung, bahkan tahun ini diduga masih banyak orang yang terinfeksi flu burung tsb. Sejauh ini korban yang meninggal akibat flu Burung adalah 135 orang dan indonesia menjadi negara dengan jumlah korban tewas terbanyak.

Kini muncul virus H1N1 yang menjadi ancaman baru bagi masyarakat dunia dan pada akhir april lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meningkatkan level pandemi dari level 4 menjadi Level 5. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan virus ini terus menyebar dari manusia ke manusia hingga ke tingkat komunitas. Walaupun fatalitas flu ini lebih rendah daripada flu burung. Virus H1N1 dapat tahan sampai suhu sekitar 70 Derajat Celcius. Virus H1N1 pernah merebak penularannya pada tahun 1918 hingga menewaskan sektiar 100 juta korban di Spanyol dan Amerika Serikat.

Untuk menghadapi penyebaran virus H1N1, Pemerintah Indonesia menerapkan sistem pendeteksi suhu tubuh di bandara dengan THERMOSCANNER. Namun alat semacam ini masih kurang effisien dan kini diperkenalkan cara baru untuk menangkal penyebaran virus tsb, yaitu dengan generator plasma.

Generator Plasma
Generator Plasma adalah perangkat elektronik kecil yang mampu membangkitkan beda tegangan sangat tinggi, yaitu 2.000 – 10.000 Volt hingga terbentuk kondisi plasma yang merupakan fase ke-4 dari materi, setelah fase gas. Plasma ini ditunjukan oleh cahaya berwana biru. Pada fase plasma, materi tidak lagi berbentuk molekul, tapi terurai menjadi ion dan bersifat radikal berenergi tinggi hingga sangat reaktif. Medan Plasma ini dapat di manfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk melumpuhkan virus dan bakteri yang terhambur ke udara. Dengan suhu medan plasma lebih dari 1.000 Derajat Celcius, Virus H1N1 akan musnah secara instan.

Menyedot dan mematikan

Sistem yang disebut generator plasma ini berfungsi sebagai penyedot yang sekaligus mamatikan virus yang terhisap dengan melewatkannya pada medan plasma. Pada perangkat generator plasma itu terdapat kompresor yang berfungsi menghisap udara yang terkontaminasi, dan mendorongnya memasuki medan plasma yang terpasang ditengah alat

Baca juga :

Deteksi dan pencegahan virus H1N1, WHO peringatkan flu Babi, Kasus flu Babi capai 2500 orang, Proses dan Gejala Flu Babi, virus H1N1

sumber : Koran Kompas

Deteksi ‘n Pencegahan Flu Babi

Flu Babi adalah ganguan saluran pernafasan akibat virus Influenza tipe A subtipe H1N1.
Normalnya, virus flu babi jarang menginfeksi manusia, kecuali mereka yang melakukan kontrak langsung, seperti pekerja pada peternakan babi.
Namun, wabah flu babi saat ini berbeda, yaitu disebabkan oleh virus bentu baru yang menular dari manusia ke manusia lewat udara dan terjadi pada orang yang sama sekali tidak kontak dengan babi.
Virus flu babi yang beredar di AS saat ini merupakan perpaduan elemen genetik virus flu burung, flu manusia, serta flu babi Amerikan Utara, Eropa dan Asia.
Flu babi tidak meular lewat daging babi yang dimasak dengan suhu minimal 71 derajat celcius.

Gejala yang mungkin mengindikasi terhadap terjadinya flu babi adalah :
1. Demam
2. Sakit Kepala
3. Lesu Kehilangan Nafsu Makan
4. Batuk
5. Pilek
6. Sakit tenggorokan
7. Nyeri pada otot dan sendi
8. Mual, Muntah
9. Diare

Sejauh ini masih belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk membunuh virus tsb.

Pencegahan yang harus dilakukan, yaitu :
1. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air atau cairan pembersi bebahan dasar alkohol, terutama jika menyentuh pegangan pintu, meja atau kursi di tempat umum.Virus tersebut masih bisa hidup selama 2 jam di udara terbuka.
2. Hidup sehat(istirahat cukup, makan makanan begizi, minum banyak air, berolahraga dan mengelola stess)
3. Menghindari tempat ramai maupun kontak langsung dengan penderita flu
4. Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut karena virus mudah menular lewat kebiasaan itu

Pengobatan :
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS merekomendasikan antivirus osltamivir(tamiflu) atau zanamivir(Relenza). Obat ini efektif jika mulai diberikan dalam 48 jam gejala flu tampak

Pencegahan agar tidak menular :
1. tutup hidung dan mulut jika anda batuk atau bersin dengan tisu atau tangan
2. Buang tisu ke tempat sampah, cuci tangan setelah kena batuk atau bersin
3. Apabila anda terjangkit virus tersebut usahakan untuk tetap tinggal dirumah, jangan pergi sekolah, bekerja atau ke tempat orang ramai untuk mengurangi kontak dan penularan ke orang lain

Baca juga : Level pandemi menurut WHO, Kasus flu babai capai 2500 orang, virus H1N1

Sumber : Koran Kompas

Kasus Flu Babi mencapai 2500 orang

Sampai hari ini (01/05) total penderita yang terserang virus flu Babi mencapai 2500 orang, di meksiko sendiri sudah mencapai angka 159 orang dan WHO sudah menaikan level pandemi menjadi Level 5 (Penyebaran virus ke manusia lebih dari 2 negara).

Di Houston, Texas, Amerika Serikat, seorang anak berusia dua tahun yang positif menderita flu babi akhirnya meninggal. Ini merupakan korban pertama flu babi di AS. Para ahli kini sedang melakukan rangkaian tes penyebab dan perkembangan virus. Dipastikan korban sebelumnya sempat berkunjung ke Meksiko. Ketika dirawat, ia sama sekali tidak mengadakan kontak dengan pasien lain. Anak ini merupakan satu dari 16 kasus positif flu babi di Texas. Belum lagi kasus lain di sejumlah kota di AS.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengumumkan takkan lagi menggunakan istilah “flu babi (swine flu)” dalam merujuk wabah saat ini, dan memilih untuk menyebut virus influensa baru tersebut sebagai “influensa A (H1N1)”. Hal tsb di tegaskan oleh WHO pertanggal 30 April 2009.

WHO telah berulang-ulang menegaskan bahwa orang tak dapat terinfeksi oleh virus baru ini melalui konsumsi daging babi yang dimasak dengan baik atau terpajan pada babi.


Baca juga : Virus H1N1, Proses dan Gejala Virus Flu Babi, WHO Peringatkan Flu Babi


sumber : Antara, liputan 6

Level Pandemi berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

29 April 2009 Leave a comment

Berikut ini adalah level pandemi yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) :

  1. Virus beredar di antara hewan dan tidak menular manusia
  2. Virus yang beredar diantara hewan mulai menulari manusia
  3. Virus hewan atau manusia-hewan menimbulkan kasus sporadis, tapi tidak mudah menyebar
  4. Penularan flu dari orang ke orang menyebabkan wabah terus-menerus pada masyarakat
  5. Flu menyebar dan menimbukan wabah terus-menerus pada masyarakat sedikitnya di dua negara
  6. Wabah terus-menerus di sedikitnya dua kawasan WHO (Afrika, Eropa, Amerika, Kawasan Timur Laut Tengah, Asia tenggara, Pasisfik Barat)

Keterangan :

  • Level 1 s/d 3, umumnya infeksi terjadi pada hewan, sangat sedikit infeksi pada manusia
  • Level 4, Penularan terus-menerus dari manusia ke manusia
  • Level 5 & 6, Pandemi (bahaya yg sangat besar)

Untuk kasus Flu Babi ini, sudah masuk pada level 5 yaitu penularan terus-menurus pada manusia ke manusia sedikitnya di dua negara.

Adapun Negara-negara yang sudah / diisukan terkena Virus tsb adalah :

  • Mexico (152 Orang)
  • Israel
  • Selandia Baru
  • Skotlandia ( > 100 Orang)
  • Australia ( > 100 Orang)
  • Hongkong
  • Korea Selatan
  • China
  • Denmark
  • Perancis
  • Irlandia
  • Swedia
  • Swiss
  • Amerika Serikat (44 Kasus di 5 Negara bagian)

Sejauh ini korban terbanyak akibat flu babi berusia 20-50 tahun.


Baca juga : WHO Peringatkan Flu Babi bisa menyebar keseluruh dunia
Proses dan Gejal Virus Flu Babi
Virus H1N1

sumber : Koran Kompas

Proses dan Gejala Virus Flu Babi

28 April 2009 1 comment

Virus flu babi mematikan yang berjangkit di Meksiko menimbulkan ketakutan akan terjadi pandemi, WHO mengonfirmasi adanya sejumlah kasus flu yang disebabkan virus influenza tipe A subtipe H1N1 yang belum pernah diketahui. Sampai saat ini para ahli terus meneliti virus tsb.
Virus baru itu mengandung tipe DNA yang mirip virus flu burung, flu babi dan flu Manuasia, termasuk elemen virus flu babi dari Eropa dan Asia.

Rangkaian Proses virus H1N1 dalam tubuh :
1. Hemaglutinin pada virus mengikat asam sialik pada membran sel
2. Membran virus melebur dengan membran sel dan virus diserap kedalam sel
3. Virus membebaskan material genetik (RNA) yang masuk ke Inti Sel.
4. Virus RNA gen direplikasi dena melahirkan RNA pembawa pesan (mRNA)
5. mRNA digunakan oleh sel untuk membuat protein virus yang baru
6. Protein virus dan RNA bergabung untuk membuat partikel viral
7. Partikel virus baru menginfeksi sel-sel lain

Bagaimana gejala penderita yang terkena penyakit flu babi ini?

Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia. Yakni, demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan yang berlebihan. Namun selain itu, virus flu babi bisa membuat penderita muntah-muntah dan diare.

link terkait :

  1. Virus H1N1
  2. WHO Peringatkan Flu Babi bisa menyebar ke seluruh dunia
  3. Level Pandemi virus (WHO)

Virus H1N1

27 April 2009 Leave a comment

H1N1 adalah salah satu subtype dari species Virus Influenza A. H1N1 telah bermutasi menjadi beberapa varian virus termasuk Spanish Flu strain, flu ringan strain, endemic pig strain, dan berbagai strain ditemukan pada unggas.

Umumnya, virus influenza mampu menginfeksi sel secara spesifik. Artinya, virus flu burung hanya mampu menginfeksi burung dan sebaliknya, virus flu manusia hanya bisa menginfeksi manusia. Hal tersebut ditentukan oleh reseptor pada permukaan sel inang masing-masing virus itu. Reseptor virus influenza adalah asam sialat (sialic acid) yang berikatan dengan galaktos.

Tipe-tipe Virus Flu:
Virus influenza adalah kelas virus-virus yang berisi RNA sebagai material hereditasnya. Membelahdiri  dengan memasuki sebuah sel inang dan memakai sel-sel sumber ini untuk memproduksi beratus-ratus salinan RNA virus.
Terdapat 3 type virus Flu:
Type A adalah yang paling biasa menyebabkan semua pandemik besar.
Type B wabah juga bisa menyebabkan pandemik, namun penyakit yang disebabkan umumnya lebih ringan daripada virus tipe A.
Type C umumnya pravelensi kurang dan tidak cukup kat untuk menyebabkan gejala-gejala flu. Virus tipe C ini biasanya diasosiasikan dengan gejala demam biasa.
Virus tipe A juga menginfeksi hewan ternak (babi, kuda, ayam, bebek) dan sebagian burung liar.

Virus Influenza A dan B menyusun satu tipe antigen dan virus C tipe yang lain. Infeksi dari salah satu menimbulkan tidak ada imunitas terhadap 2 yang lain. Bentukan dari virus influenza A, B atau C di dasari dari identifikasi antigen nucleoprotein (NP) dan dari protein internal matrix  (M). Ketiga tipe virus ini di kelompokkan dalam sebuah virus famili bernama Orthomyxoviridae. Virus influenza A selanjutnya dibagi-bagi lagi (di sub-tipe kan) berdasar atas permukaan antigen : hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N); sebuah sub-tipe dinamai menurut tempat dan tahun dari isolasinya, misalkan A/Sidney/5/97 (H3N2). Virus-virus influenza tipe  B dan C diklasifikasikan mengikuti kriteria yang sama namun tidak dibagi-bagi lagi menjadi sub-subtipe karena H dan N antigen tidak menunjukkan variasi-variasi secara sangat signifikan pada tipe B dan bahkan sangat kurang pada tipe C. Virus influenza B dan C tidak biasanya menyebabkan komplikasi secara signifikan.

Salah satu varian dari  H1N1 menyebabkan Pandemic Flu Spanyol  (Spanish flu pandemic) yang telah membunuh kurang lebih  50 juta hingga 100 juta orang di seluruh dunia di tahun 1918 dan 1919. Low pathogenic H1N1 strains hingga sekarang masih ada, menyebabkan kira-kira setengah dari infeksi flu di tahun 2006.

Link Terkait :

  1. WHO Peringatkan Flu Babi bisa menyebar ke seluruh dunia
  2. Proses dan Gejala Flu Babi
  3. Level Pandemi Virus (WHO)

sumber : http://www.dkknnk.com/html/Info_Kesehatan/fr_info_kes_main.htm